Sub sektor peternakan dapat memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan masyarakat, salah satunya untuk konsumsi sehari-hari yang dapat memenuhi kebutuhan protein hewani juga bernilai ekonomi, sosial yang dapat meningkatkan pendapatan petani peternak secara khusus dan masyarakat karena dapat memberikan pendapatan bagi peternak, memperluas lapangan kerja serta memberikan kesempatan berusaha bagi masyarakat di pedesaan.
Bangka Belitung merupakan provinsi yang memiliki angka ketergantungan ternak khususnya sapi. Saat ini pemenuhan kebutuhan lokal baru 20 % dari total kebutuhan. Hal ini merupakan tantangan dan peluang untuk pengembangan peternakan. Tantangan pemenuhan kebutuhan sapi tersebut bukan hanya untuk pemenuhan daging tetapi juga kotorannya sebagai bahan pupuk organik yang sangat di butuhkan untuk pengembangan pertanian maupun reklamasi lahan ek tambang timah.
Strategi pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memenuhi tantangan dan peluang tersebut dengan menetapkan sapi sebagai salah satu program utama pengembangan agribisnis di Bangka Belitung dengan Program 3 S (Sahang, Sapi dan Sawah)
Implementasi program 3 S (Sahang, Sapi dan Sawah) khususnya untuk sapi di tahun 2018 , diantaranya dengan penambahan indukan dan jantan jenis Peranakan Ongole (PO) sebanyak 112 ekor dan ditambah dengan 125 ekor indukan sapi Brahman Cross dari Kementerian Pertanian RI. Untuk tahun 2019 ini, pemerintah Bangka Belitung sudah mengalokasikan anggaran sapi untuk dikembangkan di 13 kelompok petani/peternak.
Penambahan ternak sapi tersebut bertujuan untuk mempercepat peningkatan populasi sapi, yang dilaksanakan melalui kegiatan peningkatan populasi ternak TA 2018 ini terdiri dari sapi indukan 108 ekor dan jantan 8 ekor dengan jenis Peranakan Ongole, yang tersebar di 8 kelompok yaitu: Bangka Tengah 3 kelompok, Bangka Barat 2 kelompok, Bangka Selatan 2 kelompok dan Bangka 1 kelompok) juga didukung dengan pemberian pakan konsentrat sebanyak 11,2 ton. Setiap kelompok menerima 13 ekor sapi induk dan 1 pejantan serta 1,4 ton pakan konsentrat
Untuk penyediaan hijauan pakan ternak juga disiapkan 3 unit alat pengolah pakan berupa shereder ( pencacah pelepah kelapa sawit) yang diserahkan kepada 3 kelompok peternak yaitu 1 kelompok di Bangka Tengah dan 2 kelompok di Bangka Barat.
Penambahan indukan sapi Brahman Cross dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui BPTU Sembawa sebanyak 125 ekor ini, di distribusikan sebanyak 65 ekor di UPTD Balai Benih Dinas Pertanian Provinsi Kep. Bangka Belitung dan 60 ekor tersebar di 4 kelompok di Kabupaten Bangka Tengah, masing- masing menerima 15 ekor.
Program penambahan populasi ini diharapkan terus dapat dilaksanakan bukan hanya untuk peningkatan populasi ternak tetapi juga dapat dijadikan modal usaha bagi peternak dalam peningkatan pendapatan keluarga yang berasal dari penambahan aset ternak ternak, penjualan limbah/kotoran ternak untuk bahan baku pupuk organik, juga untuk tabungan keluarga(sapi belambur,tanaman subur, masyarat makmur, Babel berkah)
