BANGKA — Areal persawahan Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka yang dikelola peserta Sekolah Lapang Penerapan Inovasi Teknologi (SL-PIT) Pertanian mampu meningkatkan produktivitas padi sebanyak tiga ton per hektar. Lahan sawah yang tak digarap selama enam tahun itu menjadi produktif lagi setelah dikelola petani dengan berbagai rakitan teknologi yang mereka serap melalui kegiatan SL-PIT Pertanian.
“Alhamdulillah, dari ubinan tadi hasil panen tiga ton per hektar,” kata Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erwan Widiansyah SST MM yang dibenarkan Penyuluh Pertanian Desa Paya Benua Fery Erdian usai panen raya padi bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi SP MSi di areal persawahan Desa Paya Benua, Kamis (03/02/2022) pagi.
Turut hadir Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Ir Kemas Arfani Rahman, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung Dr Suharyanto MP dan Kepala Desa Kemuja Mahzumi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitun Harudli SP MSi mengapresiasi capaian poduksi padi dan memuji kerja kerja para petani yang tergabung sebagai peserta SL-PIT Pertanian. Menurutnya upaya berbagai pihak yang menjadikan lahan sawah Desa Paya Benua menjadi produktif kembali patut dihargai.
“Insya Allah ke depan petani-petani kita akan lebih semangat lagi,” kata Haruldi.
Haruldi meyakini upaya pemerintah untuk terus menggenjot produksi padi di areal persawahan Desa Paya Benua bakal membuahkan hasil. Bahkan ia optimis hasilnya nanti akan berlipat-lipat.
“Saya yakin ini nanti tidak hanya sekali dalam setahun tapi akan coba kita kembangkan melalui Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian bekerjasama BPP Mendo Barat dan para penyuluh untuk meningkatkan indeks pertanaman menjadi dua atau tiga kali setahun,” ujar Haruldi.
Ungkapan senada dikatakan Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Ir Kemas Arfani Rahman. Ia menyebutkan pengelolaan sawah yang dilakukan petani melalui pola SL-PIT Pertanian bukan perkara mudah mengingat lahan tersebut telah lama tidak digarap.
“Jadi ini pekerjaan berat sehingga kita menginisiasi kegiatan SL-PIT Pertanian. SL-PIT Pertanian ini dalam rangka untuk merubah sikap pengetahuan dan keterampilan petani,” kata Kemas.*)
