PANGKALPINANG – Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika memuji Pemerintah Desa (Pemdes) Cengkong Abang Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka yang peduli terhadap penurunan angka stunting di desanya. Pasalnya 10 persen dana desa yang dikelola pemdes tersebut dialokasikan khusus untuk membantu menurunkan angka stunting hingga anak – anak yang kekurangan asupan gizi di desa itu terus berkurang jumlahnya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian bapak (kepala desa) dan saya sudah melihat langsung permasalahan-permasalahan (dan) bagaimana mengatasi stunting,” kata Yeka.
Pujian serupa juga diungkapkan Pj Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Babel Ny Maya Suganda Pandapotan Pasaribu. Maya yang berada di lokasi yang sama bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM dalam rangka mendampingi Yeka Hendra Fatika turut mengapresiasi kepedulian Pemdes Cengkong Abang terhadap penurunan angka stunting di desanya.
“Ada juga desa yang kurang dari sepuluh persen. Tergantung kepala desanya. (Ini) kepala desanya hebat sepuluh persen (dana desa dianggarkan untuk stunting),” kata Maya.
Sementara Kepala Desa Cengkong Abang Ahyar menjelaskan dana desa yang diperuntukkan pada kegiatan stunting mencapai Rp 104 juta per tahun. Ia menyebutkan warga yang mengalami stunting di desanya kini terus berkurang dan hanya tersisa empat orang saja.
“Sementara tahun 2021 dan tahun 2022 ada 15 orang yang stunting. Tahun 2023 tinggal 4 orang. Bantuan stunting tersebut bukan berupa uang tapi dalam bentuk makanan yang bergizi seperti telur, susu dan lain – lain,” ujarnya.
Bantuan Pangan Anak Sekolah
Pemerintah menganggarkan dana untuk bantuan pangan khusus untuk anak sekolah tahun ini. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono STP MP mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penurunan stunting di tanah air agar jumlahnya terus berkurang setiap tahun.
“Saat ini dalam proses, bantuan pangan untuk anak-anak sekolah. Saya tidak tahu rincian kabupatennya tapi program itu tahun ini juga,” kata Maino saat mendampingi kunjungan kerja Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika terkait stunting di Desa Cengkong Abang Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Selasa (27/06/2023).
Selain pangan untuk anak sekolah, Maino menuturkan Bapanas juga memiliki program bantuan pangan untuk daerah rawan pangan. Bantuan itu juga diharapkan dapat membantu mempercepat penurunan angka stunting.
“Mudah-mudahan ini juga bisa menambah untuk kegiatan – kegiatan di posyandu karena nanti kakinya pasti di bawah teman –teman posyandu, teman – teman PKK dan semuanya,” ujarnya.
Terkait bantuan pangan untuk keluarga risiko stunting (KRS) yang juga dimiliki Bapanas, Maino menjelaskan bantuan tersebut baru dberikan untuk tujuh provinsi di Indonesia. Namun ia mengatakan sasaran bantuan itu bisa saja diperluas ke daerah lain sesuai dengan perkembangan dan saran berbagai pihak.
“Jadi tahap pertama baru tujuh provinsi di jawa semuanya, yang di uar jawa hanya Sumatera Utara, sama NTT dan Sulawesi Barat. Mudah-mudahan kalau ini nanti berkembang sesuai saran Pak Yeka kita akomodir untuk provinsi lainnya,” tandasnya.*)
--Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber: distan.babelprov.go.id--
