Bantu Kembangkan Usaha, Pelaku Pangan Lokal diberi Pelatihan

PANGKALPINANG — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Bidang Ketahanan Pangan menggelar Pelatihan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) bagi petugas dan pelaku usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) di Hotel Soll Marina Jalan Raya Koba Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalan Baru, Kamis (12/08/2021) pagi.

Pelatihan yang dirangkai dengan kegiatan Gathering Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Erwin Krisnawinata STP MSi mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP yang berhalangan hadir karena pada saat bersamaan mengikuti rapat di Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebanyak dua puluh petugas yang menangani ketahanan pangan dari dinas pertanian kabupaten dan kota termasuk para pelaku UMKM diundang menjadi peserta pada kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat itu dan telah mendapatkan izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Bahkan sebagian peserta mengikuti pelatihan secara virtual menggunakan aplikasi zoom untuk menghindari kerumunan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erwin Krisnawinata STP MSi mengatakan pengembangan diversifikasi pengolahan pangan lokal sangat strategis dalam menunjang ketersediaan pangan yang beragam sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012. Pengembangan industri pangan lokal tersebut difokuskan pada peningkatan penyediaan produk berbasis jagung, ubi kayu, talas, pisang, sukun dan produk lainnya untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu.

"Nah, pengembangan usaha produksi berbasis pangan lokal tersebut dapat dilakukan dengan menggerakkan dan memberdayakan sektor UMKM," kata Erwin.
Menurut Erwin pemerintah terus berupaya melakukan penguatan dan pengembangan industri pangan lokal berbasis UMKM melalui berbagai pembinaan pada UMKM dimaksud. Selain itu strategi penguatan dan pengembangan juga dapat dilakukan melalui peningkatan daya saing produk serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia UMKM dan penguatan kelembagaan.

"Selain itu fasilitas peralatan sarana pengolahan pangan bantuan permodalan melalui kredit usaha rakyat serta perluasan pemasaran seperti eskalasi UMKM, pemasaran online sehingga dapat menghasilkan produk yang bermutu dan berdaya saing," ujar Erwin seraya menambahkan meskipun pangan lokal memiliki potensi besar dalam mendorong masyarakat untuk menggerakkan UMKM namun produk UMKM pangan lokal masih menghadapi persaingan yang cukup berat terutama dengan masuknya produk impor bersama budaya asingnya.

"Menghadapai fenomena tersebut pengembangan usaha pengolahan pangan lokal tidak hanya melalui sosialisasi peningkatan konsumsi pangan lokal saja tetapi juga perlu pengembangan pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal melalui tepung-tepungan, beradan dan mie dengan dukungan program aksi nyata di lapangan untuk memberdayakan pengusaha kecil menengah secara sinergi," tambah Erwin.

Sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Pangan Hj Sulastri SP MM selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan Pelatihan Kegiatan PIPL Gathering UMKM tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan keahlian pelaku UMKM pangan lokal dalam pengelolaan usaha, peningkatan mutu, daya saing produk dan pemasaran. 
"Selain itu kegiatan ini juga sebagai sarana promosi hasil produk UMKM maupun pengembangan akses permodalan melalui KUR," kata Sulastri.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar