Besok Lima Puluh Petani Padi Desa Paya Benua Mulai Masuk Sekolah Lapang

PANGKALPINANG—Sekolah Lapang Penerapan Inovasi Teknologi (SL-PIT) Pertanian untuk petani padi di Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka resmi dimulai, Selasa (27/07/2021) besok.

Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu akan diikuti sebanyak lima puluh petani yang tergabung dalam sepuluh kelompok tani (poktan). Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP dijadwalkan membuka secara langsung sekolah lapang tersebut.

“Insya Allah Pak Juaidi langsung besok yang membuka SL-PIT tersebut secara resmi. Mudah-mudahan kegiatan pembukaan besok berjalan lancar tanpa ada kendala. Selama kegiatan berjalan kita tetap menerapkan prokes covid-19,” kata Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Kemas Arfani Rahman kepada distan.babelprov.go.id di ruang kerjanya, Senin (26/07/2021). 

Dijelaskan Kemas, SL-PIT tersebut akan diikuti sepuluh poktan. Setiap poktan mengirimkan sebanyak lima petani untuk belajar inovasi dan teknologi pertanian selama lima bulan ke depan.

“Desember tahun ini SL-PIT ini harus selesai. Selama kegiatan berjalan akan ada enam kali pertemuan. Sejak pembukaan hingga Desember nanti para petani akan didampingi tim gabungan yang terdiri dari penyuluh pertanian provinsi dan kabupaten, pengawas benih tanaman, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan dan tenaga-tenaga lain yang terlibat,” ujar Kemas seraya menambahkan peserta SL-PIT juga akan mendapatkan materi terkait iklim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang.

“Jadi di tempat tersebut juga nanti akan ada Sekolah Lapangan Iklim (SLI) yang diselenggarakan BMKG. Pesertanya sama dengan SL-PIT. Dari SLI ini para petani diharapkan akan tahu terkait iklim dan cuaca yang mendukung kegiatan usaha tani di lapangan,” tambah Kemas.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan SDM Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Fetty Nilwani SP mengatakan selama kegiatan SL-PIT para petani akan mendapatkan banyak materi dari berbagai narasumber. Materi-materi tersebut diantaranya meliputi teknik budidaya padi ladang, pengolahan tanah, pemupukan serta pengamatan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

“Kemudian ada juga materi tentang pengendalian hama terpadu, ciri-ciri padi ladang siap panen dan cara panen padi ladang yang baik,” kata Fetty didampingi Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Informasi Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Gunawan SH SP.

SL-PIT Pertanian merupakan Program Kementeriaan Pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara nasional pada 134 daerah. Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang mendapatkan anggaran untuk melaksanakan sekolah lapang tersebut.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
bpp-bandung.blogspot.com
Editor: 
Hairil Anwar