BPP Riau Silip Miliki AWR Kostratani, Dioperasikan Sejak Sebulan yang Lalu

BANGKA – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka yang menjadi pusat gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di wilayah setempat telah terkoneksi dengan Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian di Jakarta.

Perangkat pendukung AWR yang dikirim Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian ke BPP Riau Silip telah dipasang dan dioperasikan sejak sebulan yang lalu.

Koordinator BPP Riau Silip Bustaman SP mengatakan perangkat pendukung AWR tersebut ditempatkan pada sebuah ruangan khusus yang mengendalikan operasional peralatan secara langsung.

“Ruangannya belum lama selesai dibangun. Pembangunan ruangan ini juga bantuan dari Kementerian Pertanian. Perangkat dan peralatan tersebut kami tempatkan di AWR ini,” kata Bustaman kepada distan.babelprov.go.id usai Pertemuan Rutin Mingguan bersama Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di BPP Riau Silip, Kamis (21/10/2021) hari ini.

Bustaman mengatakan koneksi AWR di Markas Kostratani BPP Riau Silip dengan Kementerian Pertanian menjadi penting lantaran dapat menghubungkan serta menyajikan data dan memotret kondisi BPP secara langsung ke tingkat pusat secara online. Selain itu koneksi perangkat tersebut juga dapat merekam berbagai kegiatan lapangan secara gamblang sehingga Kementerian Pertanian mendapatkan gambaran utuh terkait aktifitas penyuluh di tiap desa dan kecamatan.

“Pihak Kementerian Pertanian jika ingin mengetahui dan memantau bantuan di kelompok tani cukup mengeceknya dari aplikasi ini. Semuanya akan tersaji dengan jelas,” ujar Bustman.

Bustaman mengapresiasi kebijakan Menteri Pertanian Dr H Syahrul Yasin Limpo yang membangun pusat data AWR. Kebijakan tersebut lanjut Bustaman sangat membantu kerja penyuluh di lapangan.

“Misalnya jika ada tambahan kelompok tani baru, kami langsung menginputnya dari AWR Kostratani dan langsung terkoneksi dengan pusat. Begitu juga dengan verifikasi Rencana Definitif Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Kelompok secara Elektronik (e-RDKK) juga dilakukan di AWR. Jadi sangat membantu pekerjaan kami,” tandas Bustaman.

Sementara itu Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Indra Heryanda Juliardo SP mengatakan BPP Riau Silip merupakan BPP Model dalam program Kostratani.

“Sebagai model tentu saja BPP Riau Silip menjadi contoh bagi BPP yang lain. Karena ditunjuk menjadi BPP Model tentu tidak sembarangan karena ada kriteria-kriteria tertentu yang dijadikan pertimbangan,” kata Indra.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar