BRIN Perkuat Kajian Kebijakan Pengembangan Lada di Babel

PANGKALPINANG -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk memperkuat penyusunan kajian pengembangan lada putih di Negeri Serumpun Sebalai ke depan.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Regional 2 BRIN Dimas Januar Riski saat bertemu Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel Kurniawan di Pangkalpinang, Senin (20/4/2026).

Karena itu untuk beberapa hari ke depan BRIN akan melakukan konfirmasi dan verifikasi data kajian penguatan kebijakan pengembangan komoditi rempah dimaksud.

“Kami Insya Allah empat hari di sini (Babel-red)," ungkap Dimas.

Menurut Dimas, lada merupakan komoditas perkebunan strategis. Kontribusinya terhadap perekonomian pun sangat besar.

“Karena itu kita ingin memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Babel) untuk penguatan kebijakan pengembangan lada," ujar Dimas.

Ia mengatakan BRIN akan melibatkan Bappeda untuk kegiatan tersebut. Bappeda akan bertindak sebagai kolaborator bagi stakeholders terkait termasuk perangkat daerah, pengusaha maupun masyarakat.

"Memang titik masuknya lewat Bappedalitbang. Bagaimana Bappedalitbang ini nantinya kita harapkan bisa menjadi kolaborator untuk stakeholders yang ada di daerah untuk bisa memperkuat pemanfaatan inovasi untuk pembangunan daerah," kata Dimas.

Sementara itu Plt Kepala DPKP Provinsi Babel Kurniawan sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam rangka pengembangan lada ke depan.

Ia mengatakan salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah sistem pemasaran.

"Pemasaran sih pak. Kepastian harga itu lebih ke pemasaran," katanya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
HAn
Fotografer: 
HAn
Editor: 
HAn