BANGKA—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memberikan sejumlah kata kunci untuk sukses berusaha tani kepada para petani padi Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.
Kata kunci itu disampaikan Juaidi ketika membuka Sekolah Lapang Penerapan Inovasi Teknologi (SL-PIT) Pertanian Tahun 2021 di Balai Desa Paya Benua, Selasa (27/07/2021).
Menurut Juaidi ada tiga kata kunci yang harus dipahami petani ketika memulai usaha tani termasuk budidaya tanaman padi ladang yang akan dilakukan peserta SL-PIT nanti. Kata kunci pertama disebut Juaidi adalah mengetahui unsur hara yang terkandung dalam tanah.
“Yang pertama cek tanah dulu. Cek PH dan cek kandungan unsur makro minimal NPK atau serendah-rendahnya PH kalau memang tidak ada alatnya. Jadi kata kuncinya adalah tanah. Tanah harus mendukung tanaman yang akan kita tanam,” kata Juaidi.
Juaidi kemudian menyebutkan kata kunci berikutnya adalah jenis tanaman yang akan dibudidayakan pada areal pertanian yang akan digarap. Menurut Juaidi menentukan jenis komoditas yang akan ditanam sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam menambahkan unsur hara pada tanaman nanti.
“Tanaman yang mau kita tanam ini jenis komoditas apa. Kalau padi ladang tentukan jenisnya apa. Pelajari seperti apa syarat tumbuhnya. Apa yang dibutuhkan. Jangan sampai berbeda kebutuhan tanaman dengan (unsur hara) yang akan kita kasihkan (pada tanaman nanti). Ujung-ujungnya boros lagi. Maka dengan inovasi teknologi ini kita ingin melakukan budi daya pertanian itu dengan tepat,” ujar Juaidi seraya menyebutkan mengetahui dan mendata organisme pengganggu tanamam (OPT) menjadi kata kunci sukses yang ketiga.
“Kata kunci yang ketiga OPT harus dicek. Organisme pengganggu tanaman harus dicek. Jangan langsung tanam. Jadi ketika tanah sudah diketahui unsur haranya dan tanaman yang kita mau tanam sudah ditentukan jenisnya serta hama dan penyakitnya pun sudah diketahui maka baru kita rumuskan dengan kawan-kawan penyuluh, gapoktan, pemilik lahan untuk berembug menurut rencana penanaman untuk menerapkan teknologi,” tambah Magsiter Fitopatologi Pertanian lulusan Universitas Sriwijaya yang pernah menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Selatan itu.
Sementara itu Kepala Desa Paya Benua Mahzuni menyatakan bahwa para petani yang menjadi peserta SL-PIT siap untuk menyerap berbagai inovasi teknologi pertanian melalui sekolah lapang.
Menurut Mahzuni inovasi teknologi pertanian sangat penting untuk diadopsi dalam rangka memajukan kegiatan usaha tani pada wilayah desa tersebut.
“Karena itu kita harus serius mengikuti kegiatan ini. Sayang sekali kalau kita tidak serius memanfaatkan program pemerintah ini. Kepada seluruh aparat desa dan BPD (badan permusyawaratan desa) mohon dukungan bersama-sama dalam rangka mensukseskan program ini,” kata Mahzuni.
Ditambahkannya SL-PIT merupakan wadah yang tepat bagi petani setempat untuk belajar. Karena itu ia mengharapkan para peserta untuk menyiapkan diri dalam rangka menerima materi dari narasumber.
“Kita jangan cuma jadi penonton tapi mari kita bergerak bersama dalam memajukan desa kita terutama untuk sektor pertanian. Kepada peserta sekolah lapang kami himbau mari kita sambut baik program pemerintah ini karena jarang sekali program seperti ini masuk ke desa kita,” ujarnya.
Pembukaan SL-PIT itu dihadiri Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Ir Kemas Arfani Rahman, Kepala Balai Proteksi Tanaman Suzana Kartikasari SP, Kepala Stasiun Klimatologi kelas IV Bangka Tengah Reslen Puadi SP, Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan SDM Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Fetty Nilwani SP, Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Informasi Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Gunawan SH SP, Kepala Seksi Tata dan Metode Penyuluhan Dewi Indah Cahyani SP MM, Kepala Seksi Sertifikasi Mutu Benih Budi Jaya Santosa SP, sejumlah peneliti BPTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta para penyuluh pertanian baik dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Kabupaten Bangka.*)








