PANGKALPINANG—Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan petugas kesehatan hewan (keswan) berperan penting dalam mengantisipasi penularan penyakit hewan di sentra ternak.
Menurut Juaidi keberadaan petugas keswan tersebut sangat vital meminimalisir penyebaran penyakit hewan sehingga peran mereka mesti dioptimalkan.
“Bagaimana kita mengoptimalkan peran petugas untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap pintu masuk hewan termasuk di setiap sentral ternak,” kata Juaidi saat membuka Bimbingan Teknis Analisis Resiko Penyakit Hewan di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Selasa (05/10/2021) hari ini.
Juaidi mengatakan memiliki ternak yang sehat menjadi keharusan bagi pengusaha ternak. Karena itu ia minta pelaku usaha peternakan melaporkan kondisi ternaknya secara rutin dan berkala.
“Pelaku usaha peternakan secara mandiri melaporkan setiap rencana pemasukan dan pengeluaran ternaknya karena tidak semuanya bisa terpantau (petugas) secara langsung maka peran pelaku usaha menjadi sangat penting untuk kita meminimalisir resiko penyakit ini,” ujar Juaidi seraya menambahkan setiap penyakit ternak memiliki resiko meskipun tidak tergolong berbahaya.
“Oleh karena itu perlu diwaspadai karena ada beberapa factor pendukung yang bisa menyebabkan penyakit yang tidak berbahaya tapi bisa menjadi berbahaya bahkan mematikan,” tambah Juaidi.
Terkait kesehatan hewan secara berkala Juaidi mendorong pengusaha ternak untuk memiliki tenaga keswan sendiri. Menurutnya tenaga keswan dapat memantau setiap ternak kondisi ternak secara berkala.
“Setiap pelaku usaha peternakan harus ada tim medis baik yang mereka rekrut secara mandiri ataupun mereka bekerja sama dengan tim keswan yang ada di dinas. Itu boleh sehingga jaminan Kesehatan ternak mereka akan terpantau termasuk juga pelaporannya. Kalau tidak tahu penyakitnya minimal tahu gejalanya,” tandas Juaidi.*)





