PANGKALPINANG — Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr Ir Suwandi MSi mengingatkan pentingnya melakukan mitigasi terhadap berbagai gangguan yang dapat mengancam kelangsungan kegiatan usaha tani.
Menurutnya kondisi iklim yang ekstrem seperti sekarang ini membutuhkan mitigasi yang akurat karena pertanian menjadi salah satu sektor yang rentan ketika kondisi cuaca mulai tak menentu.
“Biasanya ada serangan hama penyakit, perlu antisipasi dini, deteksi kemudian kita juga mapping daerah-daerah yang rawan itu, dilakukan miitigasi,” kata Suwandi ketika memberikan arahan saat membuka Webinar Propaktani yang diselenggarakan Kementerian Pertanian, Selasa (13/09/2022).
Webinar yang mengusung tema peningkatan produksi padi di Provinsi Babel itu menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM, Kepala BPTP Babel Dr Agus Wahyana SSi MSi, Akademisi Universitas Bangka Belitung Dr Tri Lestari SP MSi dan Ketua Poktan Perintis Jaya 3 Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan Ariyanto.
Suwandi yang menjadi keynote speaker dalam webinar tersebut lebih lanjut minta pihak terkait untuk waspada termasuk di Provinsi Babel. Apalagi ekonomi global saat ini disebutnya sedang dalam kondisi yang kurang baik imbas dari berbagai kejadian yang melanda dunia.
“Kondisi dunia serba sulit setelah kena covid, dampaknya luar biasa terhadap sektor pertanian, distribusi juga terganggu waktu itu. Kemudian iuga dampak ancaman krisis pangan global sehingga Babel tidak bisa kerja dengan kerja reguler biasa-biasa saja tapi mesti ada terobosan-terobosan baru bagaimana mencukupi pangan bagi penduduk di Babel,” ujarnya.
Di sisi lain Suwandi mengatakan memenuhi kebutuhan pangan tidak mesti selalu beras. Menurutnya pangan lokal juga dapat dimanfaatkan untuk mengganti beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.
“Kenyang tidak harus dari beras, kenyang tidak harus dari gandum. Jadi dari mana, dari pangan lokal yang ada,” terangnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM sependapat dengan Suwandi terkait pangan lokal. Ia mengatakan pemerintah telah lama mengkampanyekan diversifikasi pangan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
“Kita selalu mengkampanyekan kegiatan diversifikasi pangan dan gizi terlebih di daerah kita Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena kemampuan daya tahan kita untuk pangan terutama beras masih sangat tergantung dengan daerah luar,” kata Edi.
“Kalau sehari kita makan tiga kali maka satu kalinya usahakan pangan lokal. Ada jagung, singkong, ubi jalar dan lain-lain,” tambahnya*)





