Dewan Beltim Minta Sapi Bali, Dinas Pertanian Babel Ingatkan Penyakit Jembrana

PANGKALPINANG— Kepala Seksi Kesehatan Hewan pada Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drh Correy Wahyu Adi Sulistyo mengingatkan bahaya penyakit Jembrana pada sapi Bali. Menurut Correy penyakit hewan menular itu saat ini sudah menyebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan hasil pemeriksaaan di laboratorium.

“Sebelumnya kami melakukan surveillance. Surveillance itu (maksdunya) kami turun ke lapangan dan kita ambil sampel darahnya dan kita periksa ternyata ada beberapa (sapi) yang positif (penyakit Jembrana),” kata Correy di hadapan Pimpinan dan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur ketika mengunjungi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (24/06/2021) hari ini.

Dikutip dari Pedoman Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Jembrana Direktorat Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Tahun 2015, Penyakit Jembrana adalah penyakit hewan menular pada sapi Bali yang disebabkan oleh virus. Wabah penyakit Jembrana pertama kali terjadi di Bali pada tahun 1964. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan pada saat wabah cukup besar karena angka kesakitan dan angka kematiannya relative tinggi. Disamping itu penyakit Jembrana dapat menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga hewan rentan terhadap penyakit lainnya. Oleh karena itu penyakit Jembrana dimasukkan kedalam daftar jenis penyakit hewan menular strategis yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian No.4026 Tahun 2013. Artinya penyakit Jembrana menjadi prioritas pengendalian dan penanggulangannya di daerah tertular dengan prioritas nasional.

Sebelumnya anggota Komisi II DPRD Belitung Timur Dwi Nanda Putra minta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap memberikan bantuan sapi untuk kelompok peternak di Kabupaten Belitung Timur. Hanya saja ia minta sapi yang dibantu nanti jenis sapi Bali dengan alasan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.   

“Mohon jangan sapi PO (Peranakan Ongole) tapi adakan sapi bali. Bali itu artinya banteng liar. Itu yang tahan,” katanya.

Ia kemudian mencontohkan populasi sapi Bali yang saat ini telah beranak pinak dengan jumlah yang banyak di salah satu desa di Kabupaten Belitung Timur. Padahal sapi tersebut merupakan bantuan pemerintah delapan tahun yang lalu.

 “Saya ambil contoh di tahun 2013 bulan November kami di (Desa) Balok mendapat bantuan 22 ekor. Sekarang sudah menjadi hampir 90 ekor. Artinya ini berkembang (bahkan) dari 8 anggota (kelompok tani) sekarang menjadi 22 anggota,” ujar Dwi Nanda.

Untuk diketahui, pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Timur mengunjungi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (24/06/2021) hari ini. Kehadiran para wakil rakyat yang tergabung dalam komisi yang membidangi sektor pertanian itu dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait bantuan sapi kepada kelompok peternakan di Negeri Laskar Pelangi.

Anggota dewan yang datang tersebut adalah Ketua Komisi II Sardidi SE, Wakil Ketua Komisi II Dwi Nanda Putra, Sekretaris Komisi II Ismansyah SIP serta dua orang anggota masing-masing adalah Tjong Jung Min dan Mirza Saputra.

Kehadiran anggota legislatif dari daerah pecahan Kabupaten Belitung itu diterima Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir Hj Nurhayati dan Kepala Seksi Kesehatan Hewan Drh Correy Wahyu Adi Sulistyo.

Selain itu ikut pula mendampingi Pengawas Mutu Pakan Ahli Madya Gusva Yetti SPt MM, Pengawas Mutu Pakan Ahli Muda Suryati SPt, Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Anna Katharina SPt, Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Agus Ismail SPt dan Penyuluh Pertanian Ahli Muda Erwan Widiansyah SST MM.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar