BANGKA SELATAN--Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM minta saluran irigasi yang mengairi areal persawahan Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan tidak dihambat dengan urukan tanah. Menurut Erzaldi kebersihan saluran irigasi sangat penting agar air yang mengalir ke areal sawah dapat merata dinikmati semua petani sawah.
"Tidak boleh (dihambat dan harus dibongkar) karena kalau tidak dibongkar (areal sawah) yang sana rugi dan yang sini untung karena tidak dapat air. Di sini dulu kan semuanya saluran," kata Gubernur Erzaldi saat memberikan arahan pada Pertemuan Koordinasi Pembangunan Pertanian di Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (25/06/2021) hari ini.
Sebelumnya sejumlah petani Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan sempat mengeluhkan urukan tanah yang menutupi beberapa ruas saluran irigasi yang berada di sepanjang tepi jalan desa setempat. Akibat saluran terhalang, air irigasi tidak bisa mengalir merata ke lahan pertanian mereka yang sedianya akan ditanami padi setiap kali tiba musim tanam. Karena itu Gubernur Erzaldi minta warga bersangkutan yang sengaja menutupi saluran irigasi itu untuk membongkar urukan tanah tersebut secepatnya.
"Ini menjadi perhatian saya," tegas Gubernur Erzaldi.
Gubernur Erzaldi mengajak para petani untuk terus memberikan laporan jika mendapatkan persoalan air di tingkat lapang. Menurutnya laporan yang disampaikan tersebut harus rinci dan detail agar mudah ditindaklanjuti instansi terkait.
"Bapak-bapak (petani) harus ikut memberikan masukan. Itu tadi, pintunya berapa, miringnya berapa, titiknya berapa kasih tahu ke Balai (Wilayah Sungai Bangka Belitung)," ujarnya.
Lebih lanjut Gubernur Erzaldi mengatakan bahwa areal persawahan Desa Rias sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke depan. Karena itu ia berharap areal persawahan itu dapat menjadi tumpuan swasembada pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Saya ingin Bangka Belitung swasembada berasnya dari Rias ini," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP yang ikut mendampingi Gubernur Erzaldi dalam acara tersebut mengatakan tata kelola air sangat penting bagi areal persawahan. Apalagi kata Juaidi bila dikaitkan dengan Program Food Estate yang sekarang sedang dikerjakan pemerintah.
"Sekarang lagi review jaringan irigasi untuk mendukung food estate. Harapannya irigasi ini bisa mendukung indeks pertanaman kita, kalau tadinya cuma dua kali tanam tapi sekarang bisa tiga kali tanam," kata Juaidi.
Pertemuan Koordinasi Pembangunan Pertanian tersebut dihadiri para pejabat terkait lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diantaranya Kepala Bidang Prasarana Sarana Pertanian Asdianto SP MT, Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Agus Memet Slamet ST, Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Sugiansyah SP, Kepala Seksi OP BWS Bangka Belitung Chairul Huda ST serta para pejabat fungsional terkait.*)




