PANGKALPINANG—Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM menyiapkan sejumlah strategi untuk mewujudkan Negeri Serumpun Sebalai menjadi provinsi maju yang unggul bidang inovasi agropolitan.
Strategi tersebut diungkapkan Gubernur diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Ir H Toni HA Batubara SE MT saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Perkebunan Tahun 2019 di Swiss-belhotel Tanjung Pandan Belitung., Kamis (19/12) kemarin.
Menurut Toni setidaknya ada tujuh strategi yang akan dan telah dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan dinamika pembangunan global, regional dan daerah.
“Strategi pertama adalah pengendalian dan pengawasan terhadap wilayah pertanian berkelanjutan. Kemudian strategi yang kedua berupa peningkatan produksi dan pengelolan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan,” kata Toni.
Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian Tahun 2019 diikuti 96 peserta, terdiri dari para direktur, kepala badan, sesditjen, pejabat yang mewakili direktorat jenderal perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan, para bupati se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kepala dinas pertanian se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta stakeholders terkait.
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi SP MP, Sekretaris Dinas Pertanian Erwin Krisnawinata STP MSi, Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi, Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Aprilogra STP MSi serta Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ir Muhamad Iqbal.
“Selanjutnya strategi yang ketiga pengembangan kapasitas petani dan kelembagaan petani dan untuk strategi keempat yaitu pengembangan kawasan pertanian,” ujar Toni seraya menambahkan bahwa penyediaan infrastruktur, sarana dan prasarana pertanian masuk strategi kelima.
“Sedangkan strategi keenam yaitu pencegahan, pengendalian dan pemantauan organisme pengganggu tanaman dan dampak perubahan iklim serta mitigasi bencana alam. Sementara yang ketujuh optimalisasi pengembangan perbenihan/perbibitan,” tambah Toni.
Tak cuma itu, menurut Toni untuk mencapai visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, juga telah dilakukan sejumlah rencana aksi, diantaranya penyusunan peraturan daerah kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan, pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani, pembangunan dan pengembangan irigasi, jalan usaha tani dan alsintan serta penangkaran benih lada, padi, sawit, bawang merah dan sapi.
“Kemudian kegiatan prukades, padi organik, integrasi sapi-sawit, pelatihan/kursus penyuluh dan petani, pengembangan / bimtek petani milenial, pengembangan unit pengolahan lada, UPPB, RMP, kemitraan usaha, sertifikasi pekebun/petani/peternak serta pemantapan waktu tanam, optimalisasi POPT/brigade proteksi, SLPHT dan asuransi petani,” kata Toni.
Menurut Toni, era industri 4.0 semua transaksi berlangsung tanpa batas sehingga menuntut kecepatan dan pelayanan yang handal serta mutu yang prima. “Begitu juga halnya dengan pembangunan pertanian yang dituntut untuk mengikuti era industri 4.0 sehingga siapa yang cepat dengan pelayanan dan mutu yang prima maka akan menjadi pemenang,” tandas Toni.*)




