PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Juaidi Rusli SP MP mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyiapkan sejumlah strategi untuk pengembangan porang sebagai komoditas alternatif bagi petani di daerah ini.
Pernyataan itu disampaikan Juaidi kepada RRI Pro Satu Sungailiat, Sabtu (21/08/2021) hari ini menanggapi keinginan Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan tanaman umbi itu sebagai komoditas pangan masa depan Indonesia.
Strategi pertama yang diungkapkan Juaidi adalah percepatan pembangunan pabrik pengolahan porang. Menurutnya akhir tahun ini pabrik tersebut sudah harus berdiri di Kepulauan Bangka Belitung sesuai target Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM.
"Pak Gubernur sudah sangat mensupport luar biasa pengembangan porang di Babel dan beliau punya target bahwa di akhir tahun ini dan paling lambat awal tahun depan pabrik porang sudah harus berdiri di Bangka Belitung," kata Juaidi.
Juaidi menyebutkan keinginan Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan tanaman porang sebagai komoditas pangan Indonesia ke depan mesti didukung. Menurutnya petani Babel harus memanfaatkan momentum tersebut.
"Kita jangan sampai kehilangan momentum. Kita siap menyambut program yang luar biasa ini dan kita sangat mensupport statement Pak Jokowi," ujar Juaidi.
Dikutip dari Channel Youtube Sekretariat Presiden RI, Presiden Joko Widodo menyebutkan porang akan menjadi makanan masa depan karena rendah kalori, rendah karbon dan juga rendah kadar gula.
"Bisa menjadi makanan sehat ke depan. Ini juga bisa menjadi pengganti beras yang lebih sehat karena kadar gulanya sangat rendah," kata Joko Widodo ketika mengunjungi pabrik pengolahan porang di Madiun Jawa Timur, Kamis (19/08/2021) lalu.
Juaidi menjelaskan tanaman porang yang diusahakan petani di Babel saat ini tersebar di berbagai tempat dengan luasan 200 hektar. Porang yang telah ditanam dua hingga tiga tahun lalu itu dipelihara petani untuk dijadikan sumber benih pada musim tanam berikutnya.
"Mereka belum mau memanennya, mereka kembangkan dulu untuk mendapatkan sumber benih berupa katak dan tahun depan diprediksi dari tanaman yang ditanam sekarang bisa memproduksi tidak kurang dari 10 ribu ton porang," ujar Juaidi.
Terkait strategi berikutnya yang disiapkan pemerintah daerah adalah menggandeng perbankan untuk membantu pembiayaan usaha tani. Menurut Juaidi pihak perbankan telah menyatakan kesediaannya untuk membiayai usaha tani porang petani melalui kredit usaha rakyat (KUR).
"Kita sudah menggandeng perbankan untuk memfasilitasi pembiayaan pengembangan porang dan sosialisasi juga sudah dilakukan secara masif oleh penyuluh kita. Tanggal 24 Agustus 2021 nanti akan dilaunching KUR porang bertempat di Desa Petaling yang dihadiri Pak Gubernur dan Dirut Bank SumselBabel termasuk off taker PT Paidi Indo Porang," jelas Juaidi seraya menambahkan pengembangan porang ke depan juga akan dikembangkan melalui pola food estate.
"Pak Gubernur mendorong untuk dikembangkan food estate berbasis tanaman potensial, salah satunya porang. Kemudian juga telah dipetakan oleh kawan-kawan kehutanan potensi pengembangan porang tidak kurang dari 21 ribu hektar yang memanfaatkan kawasan hutan untuk tanaman pangan," tandas Juaidi.*)




