PANGKALPINANG— Jika tak ada perubahan jadwal, hari ini Rabu (4/12) Menteri Pertanian (Mentan) dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain Mentan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga dijadwalkan hadir. Selain itu ikut pula dalam rombongan Menteri BUMN, Kepala Staf Kepresidenan serta Menteri Riset dan Teknologi. Kehadiran para menteri itu terkait dengan kegiatan Program Unggulan Kawasan Perdesaan dan Transmigrasi (Prukades) di Negeri Serumpun Sebalai.
Setelah mendarat di Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan mendengarkan paparan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Mentan dan rombongan dijadwalkan menuju Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah.
“Desa Namang nanti akan diekspos oleh Pak Gubernur terkait dengan pengembangan kawasan, baik itu pengembangan kawasan pedesaan berbasis hutan kayu maupun juga terkait pengembangan wisata. Karena itu ada keterkaitan ini nanti dengan Kementerian BUMN yakitu dana CSR (corporate Social Responsibility) mereka,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP.
Dari Desa Namang rombongan Mentan bergerak menuru Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan. Menurut Juaidi di Air Gegas akan dilakukan penandatanganan prasasti tanda peresmian pembangunan hilirisasi produk lada.
“Air Gegas merupakan salah satu sentra lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga sekaligus menjadi sentra lada putih Indonesia. Jadi nanti akan berkunjung ke sana dan di Air Gegas ini juga nanti akan ditampilkan berbagai aktifitas terutama terkait aktiftas hilirisasi produk yang dilakukan oleh Bumdesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) termasuk juga sekaligus nanti penandatanganan prasasti peresmian pembangunan hiirisasi produk. Pak Gubernur nanti akan mengekspos terkait dengan potensi pengembangan lada Kepulauan Bangka Belitung secara umum khususnya Bangka Selatan,” terang Juaidi seraya menambahkan rombongan Mentan kemudian meluncur ke arah Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar.
“Batu Betumpang boleh dikatakan tempat acara inti. Jadi ketika pak menteri ke Batu Betumpang langsung melakukan penanaman bersama padi sawah. Kemudian dari sawah nanti meninjau RMP (rice milling plant). RMP itu adalah pengolahan padi yang harapannya nanti menghasilkan beras kualiatas premium,” tambahnya.
Dari kunjungan para menteri itu kata Juaidi diharapkan nanti ada dukungan untuk pengembangan komoditi pertanian potensi di Kepulauan Bangka Belitung seperti padi, lada dan produk lainnya.
"Termasuk juga kalau masih ada waktu di akhir kunjungan setelah dari Batu Betumpang kita ajak ke kegiatan peternakan. Kita ingin minta dukungan penuh dari Menteri Pertanian khususnya serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bagaimana mengembangkan kawasan pedesaan terutama fokus komoditinya. Selain itu kita juga minta dukungan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani, irigasi, alat mesin pertanian, alokasi pupuk subsidi termausk juga benih nanti. Untuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kita minta dukungan bagaimana nanti memperbaiki jaringan irigasi di lahan sawah yang selama ini menjadi kendala,” tandas Juaidi.*)

