BANGKA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM dan pimpinan beserta sejumlah anggota Komisi II DPRD Babel mengunjungi usaha peternakan sapI di Desa Petaling Banjar Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Selasa (17/01/2023).
Kunjungan selama satu hari di Kelompok Ternak Dua Agri Mandiri itu dilakuan dalam rangka mendorong peternak sapi untuk terus melakukan pengembangan usaha agar tetap berlanjut ke depan.
“Intinya kita komunikasi dengan Komisi II yang terus mendorong untuk pengembangan ternak sapi di Bangka Belitung,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM kepada distan.babelprov.go,id, Sabtu (21/01/2023).
Menurut Edi peternakan sapi di Kelompok Ternak Dua Agri Mandiri berkembang dengan baik. Karena itu ia mendorong para peternak yang lain untuk melakukan hal serupa dalam rangka mewujudkan usaha ternak yang maju dan berkesinambungan.
“Jadi kunjungan kemarin itu kita membuktikan bahwa ada sapi kelompok yang binaan dari KTNA (kelompok tani nelayan andalan) Provinsi Kepulauan Babel untuk pengembangan sapi di salah satu kelompok begitu. Ini menunjukkan bahwa memang peranan (anggota) KTNA yang profesinya memang di bidang peternakan dan terus berlanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut Edi menjelaskan potensi pengembangan peternakan sapi di Babel masih sangat terbuka. Apalagi kebutuhan sapi di daerah sekarang masih tergantung pasokan luar daerah.
“Ke depan bagaimana kita untuk pemenuhan daging di Babel itu dengan berbagai macam cara baik itu program pembibitan sapi yang masyarakat maupun bantuan pemerintah dan juga sapi penggemukan yang dari program KUR (kredit usaha rakyat). Intinya di tiga itu. Jadi pengembangan sapi yang dibantu pemerintah, kemudian KUR dan satu lagi yang masyarakat yang secara mandiri,” jelas Edi seraya menambahkan Program KUR Penggemukan Sapi sangat membantu peternak dalam mengembangkan usahanya.
“Karena itu kita juga berdiskusi untuk pengembangan KUR di daerah-daerah yang potensial untuk kita kembangkan. Yang penting pokoknya, siapa masyarakat mau melalui KUR untuk penggemukan sapi maupun (melalui bantuan) pemerintah ataupun mandiri ya dari Komisi II sangat mendukung,” tandas Edi.*)

