Kepala Dinas Pertanian Babel Dorong Generasi Milenial Jadi Petani

BANGKA TENGAH – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM kembali mengingatkan potensi ancaman krisis pangan yang dapat melanda negeri ini ke depan jika para petani muda tidak didorong terjun ke sektor pertanian. Alasannya jumlah petani di Indonesia saat ini terus berkurang sementara jumlah penduduk semakin bertambah.

Hal itu dikatakannya di hadapan para kepala desa se Kabupaten Bangka Tengah saat Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Dalam Rangka Membangun Sinergitas untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Daerah yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah di Kantor Bupati Bangka Tengah, Rabu (26/07/2023).

“Dari 267 juta atau 287 juta atau 300 juta penduduk Indonesia, yang hari ini bertanggung jawab menyiapkan bulir-bulir padi itu jumlahnya hanya 33 juta saja. Lebih miris lagi dari 33 juta itu, yang umurnya milenial atau di bawah 40 tahun hanya 29 persen,” kata Edi.

Hal serupa juga disebut Edi terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan dari sekitar 1,5 juta penduduk yang mendiami provinsi ini hanya 10 persen saja yang berprofesi sebagai petani.

“Atau sekitar 150 ribu orang,” ujarnya.

Karena itu Edi mengajak serta mendorong para petani muda untuk menekuni dunia tani. Di sisi lain ia juga minta instansi terkait untuk terus memberikan pelatihan-pelatihan dalam rangka mempertajam kemampuan petani di lapangan.  

“Ayo regenerasi petani-petani milenial (jadi petani). Petani-petani milenial itu di Bangka Tengah selalu ada. Pelatihan petani milenial itu kita bangun. (Petani milenial) itu merupakan sasaran-sasaran untuk mengelola jika ada bantuan yang diberikan pemerintah,” jelas Edi.

Sementara itu Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman ST melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Wahyu Nurahman MSi mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian di tingkat desa sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan pertanian di Bangka Tengah.

“Tidak mungkin Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berhasil jika desa gagal. Oleh karena itu perlu ada komitmen bersama. Kami mohon kepada kepala desa ayo kita sama-sama,” katanya.*)  

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Han
Fotografer: 
Han
Editor: 
Han