BANGKA SELATAN -- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP optimis ketergantungan masyarakat Babel dengan pasokan beras dari luar daerah akan terus berkurang di masa mendatang.
Kerja keras petani sawah di tingkat lapang ia sebut salah satu tandanya jika Babel ke depan akan dapat mengurangi ketergantungan bahan pangan pokok tersebut meskipun secara bertahap.
Hal itu dikatakannya saat memberikan arahan pada Pertemuan Penjajakan Kemitraan Pemasaran Bangka Selatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Babel di Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (22/08/2023).
Edi mencontohkan petani sawah di Kabupaten Bangka Selatan yang terus menerus memproduksi beras secara kontinyu hingga saat ini.
"Bangka Selatan harapan kita semua pusatnya penyangga pangan bahan pokok terutama padi atau beras. Minimal angka ketergantungan ini kita kurangi. Nanti 80 (persen) jadi 70, 70 jadi 60, 60 jadi 50 segala macam, nanti lama-lama Bangka Belitung sudah bisa selesai (swasembada-red)," katanya.
Ia menjelaskan ketergantungan masyarakat Babel dengan beras dari luar daerah saat ini masih sangat tinggi. Disebutkannya, dari kebutuhan 174 ribu ton beras setahun, Provinsi Babel baru mampu menyediakan sebanyak 35 ribu ton saja.
"Jadi masih butuh empat kali lipat. Kerja keras kita semua untuk tidak menggantungkan beras dari luar," ujarnya.
Karena itu ia mendorong petani untuk terus meningkatkan produktivitas tanaman. Menurutnya banyak hal yang dapat dilakukan agar produksi padi dapat meningkat.
"Ini upayanya kan ada beberapa macam ini. Kalau luasan sekarang berarti IP (Indeks Pertanaman)-nya ditingkatkan, Kalau IP tidak ditingkatkan berarti produktivitas per hektarnya ditingkatkan," ucapnya seraya minta petani untuk tidak memusingkan pemasaran hasil panen.
"(Kalau) panen petani, kita tidak mau lagi dengar ini dari pintu ke pintu memasarkannya. Sudah jangan lagi dengar itu, pemasaran sudah jelas, tugas petani nanam dan nanam itu saja. Yang memasarkan sudah ada. Tujuan BI ke sini, apa yang bapak lakukan ini ada jaminan (pemasaran)," tandasnya.*)
