PANGKALPINANG—Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkumpul dan bertemu di Pangkalpinang, Rabu (13/11). Mereka menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka memantapkan rencana kerja untuk menghadapi musim tanam yang akan datang. Rakor yang berlangsung di aula UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu (PSMB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu dipimpin Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli.
“Hari ini kita ingin memetakan tugas POPT. Kita ingin menyatukan koordinasi tugas POPT agar satu komando,” kata Juaidi Rusli didampingi Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ujang Djohan.
Turut hadir Kepala Seksi Pelayanan Teknis UPTD Balai Proteksi Sugiansyah, Kepala Seksi Sarana Prasarana UPTD Balai Proteksi Fety Nilwani, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Balai Proteksi Sukirno, Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alsintan Lasimin serta Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Aprilogra.
Selain itu hadir pula Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur Trijaka Priyono, Kepala Bidang Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bangka Cik Ona serta Kepala Seksi Perlindungan Tanaman dan Pasca Panen Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Eva Irawati.
Menurut Juaidi, tugas POPT sangat mulia. Peran mereka sangat penting sebagai penyelamat tanaman agar tidak gagal panen.
“Tugas POPT adalah menyelamatkan produksi agar tidak ada kehilangan hasil terutama untuk komoditas-komoditas strategis. POPT harus menyelamatkan tanaman tersebut dari berbagai gangguan baik itu gangguan hama, gangguan penyakit, gulma atau juga karena perubahan iklim,” ujar Juaidi seraya minta para petugas POPT untuk fokus melakukan pengamatan di wilayah sentra produksi.
“Tugas POPT itu sebetulnya hanya tiga, yang pertama menyusun rencana pengamatan, kemudian kedua melakukan pengamatan dan yang ketiga melakukan pengendalian. Itu saja,” tambah Juaidi.*)




