Momen Hangat Iduladha: DPKP Babel Undang Purnabakti dan Penyuluh dalam Acara Halal Bihalal

PANGKALPINANG — Masih dalam suasana hangat Iduladha 1447 Hijriah, Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Pengurus Darma Wanita Persatuan (DWP) organisasi perangkat daerah tersebut, menggelar Halal Bihalal, Rabu (10/6/2026) pagi.

Selain dihadiri jajaran pimpinan dan ASN aktif, momen silaturahmi yang dilaksanakan di Aula Kantor DPKP ini juga menjadi ajang temu kangen bagi para pegawai purnabakti dan penyuluh pertanian yang kini telah beralih tugas ke Kementerian Pertanian.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan sambutan Kepala DPKP Provinsi Babel Kurniawan.

Dalam sambutannya, Kurniawan menyampaikan bahwa momen halal bihalal ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum penting untuk saling memaafkan dan memperkuat tali silaturahmi guna meningkatkan soliditas kerja.

“Untuk mempererat tali silaturahmi, marilah kita saling membuka hati, saling memaafkan dan sama-sama membangun suasana yang harmonis,” katanya.

Karena itu, Kurniawan mengajak seluruh jajaran pegawai agar menjadikan semangat kebersamaan ini sebagai dorongan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“(Semoga kegiatan ini dapat) meningkatkan persatuan, memperkuat kerja sama serta pengabdian demi kemajuan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung “ ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disampaikan Ustaz Firdaus mengenai pentingnya memperkuat silaturahmi dalam rangka menjaga keharmonisan dan keberkahan di lingkungan kerja.

“Kenapa kita mesti menyambung silaturahmi karena silaturahmi itu perintah nabi. Selain itu silaturahmi juga merupakan amalan yang paling Allah SWT cintai,” katanya.

Acara halalbihalal ditutup khidmat dengan doa bersama yang dirangkai dengan penyerahan tali asih.

Tali asih tersebut diberikan kepada ASN DPKP yang memasuki masa purnabakti, serta ASN yang tengah berduka karena kehilangan anggota keluarga.

Selain itu, tali asih juga diserahkan kepada penyuluh pertanian yang kini telah beralih status menjadi ASN Kementerian Pertanian.

Momentum penuh kebersamaan ini kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan mushafahah (bersalam-salaman) sebagai simbol saling memaafkan.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Bang HAn