PANGKALPINANG–Potensi pengembangan jagung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini masih terbuka lebar.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yopi Wijaya mengatakan, potensi terbesar pengembangan jagung tersebut berada di Kabupaten Bangka dan Bangka Selatan.
Menurut Yopi, trend luas tanam jagung di kedua kabupaten tersebut sangat tinggi sehingga membuka peluang bertambahnya potensi pengembangan tanaman jagung tahun 2026.
"Selain itu Kabupaten Bangka sudah mengajukan bantuan benih jagung seluas 24 hektar dan Bangka Selatan 222 hektar," kata Yopi saat menjadi narasumber pada Rapat Pimpinan Wilkum Jajaran Polda Babel di Gedung Tribrata Polda Babel, Rabu (18/2/2026).
Yopi Wijaya menjelaskan ada beberapa cara untuk pengembangan luas tanam jagung ke depan. Salah satunya melalui pola tumpang sari dengan tanaman lain.
“Selain itu dapat juga memanfaatkan areal sawah tanah hujan dengan Indeks Pertanaman (IP) 100 serta menggunakan CSR (Corporate Social Responsibility-red)," jelasnya.
Lebih lanjut Yopi Wijaya mengatakan, luas tanam jagung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025 mencapai 983,85 hektar. Luas tanam terbesar terdapat di Kabupaten Bangka dengan jumlah 352,99 hektar. Kabupaten Bangka Selatan menempati posisi kedua dengan luasan 216,83 hektar.
"Sementara untuk Kabupaten Belitung 92,60 hektar, Bangka Barat 156,42, Bangka Tengah 90,00 hektar," ujarnya seraya menambahkan untuk Kabupaten Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang masing-masing seluas 64,51 hektar dan 10,50 hektar.
“Sedangkan untuk produksi jagung pada tahun 2025 sebesar 1.184,83 ton,” tandasnya.*)




