PANGKALPINANG – Beberapa Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di sejumlah kecamatan dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan tak adanya aliran listrik dan jaringan internet di kantor yang mereka tempati. Padahal kedua fasilitas tersebut sangat penting dalam rangka menunjang rutinitas dan administrasi sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh.
"Satu-satunya BPP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tidak memiliki listrik cuma di BPP Puding Besar. Karena itu kami mohon pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat membantu Kami termasuk jaringan internet," kata Koordinator BPP Puding Besar Syarwani SP pada sesi Ngobrol Santai (Ngobras) Bareng Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian di Hotel Fox Harris Pangkalpinang, Selasa (26/10/2021).
Syarwani berharap listrik dan jaringan internet pada BPP Puding Besar dapat terealisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menurutnya kedua fasilitas tersebut berperan vital dalam membantu kerja penyuluh di BPP.
"Kadang-kadang kami terpaksa menumpang di rumah penduduk untuk mencari sinyal. Bahkan fasilitas AWR (Agriculture War Room) Kostratani saya simpan di rumah saya karena tidak bisa digunakan dan takut hilang jika disimpan di BPP," ujarnya.
Hal senada dikeluhkan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangka Selatan Misnah SP. Misnah mengaku sangat kesulitan ketika tidak ada dukungan sinyal di kantor BPP.
"Tidak ada sinyal sama sekali. Jadi mohon untuk dibantu memfasilitasi," kata Misnah.
Menanggapi keluhan kedua BPP tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait dalam membantu memfasilitasi aliran listrik dan jaringan internet di sejumlah BPP.
"Nanti kami akan buatkan surat Pak Gubernur untuk dikirim ke PLN. Terkait sinyal kami akan segera berkoordinasi dengan pihak Dinas Kominfo (Komunikasi dan Informatika-red) agar dapat memperkuat jaringan telekomunikasi pada titik-titik yang strategis," kata Juaidi.*)





