Gubernur Erzaldi dan Kepala Dinas Pertanian Babel Tanam Perdana Padi Sawah di Desa Pergam

PANGKALPINANG—Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP melakukan penanaman perdana padi sawah di Desa Pergam Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (15/06/2021) pagi. Penanaman perdana padi sawah yang menggunakan varietas Inpari 42 itu kemudian diikuti ratusan petani desa setempat. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat eselon tiga lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diantaranya Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP, Kepala Bidang Penyuluhan Ir Kemas Arfani Rahman, Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Suzana Kartikasari SP, Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dr Wahyudi Himawan SSi MT serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto SP MT. 

Sementara dari jajaran pejabat eselon empat hadir Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Kardi SP, Kepala Seksi Pelayanan Teknis UPTD Balai Proteksi Tanaman Firmansyah SE MSi dan Kepala Seksi Lahan dan Irigasi Agus Memet Slamet ST.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM mengatakan keberhasilan usaha tani padi sawah sangat ditentukan kekuatan kelembagaan dalam mengelola kelompok tani. Karena itu keberadaan kelembagaan usaha tani menjadi penting untuk diperkuat.

"Saya berharap, tolong betul manajemen pengelolaan atau kelembagaan itu harus dikedepankan. Lembaga ini harus kuat," kata Gubernur Erzaldi. 

Terkait dengan mekanisasi pertanian Gubernur Erzaldi mendorong para petani untuk menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) di tingkat lapangan. Hanya saja kata Gubernur Erzaldi, kebutuhan alsintan tersebut harus dihitung secara cermat agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Sekarang ada KUR (kredit usaha rakyat-red) alsintan. Tetapi biar dapat yang bagus dan KUR-nya betul-betul memberikan nilai yang baik untuk para petani maka harus dibimbing cara hitung kebutuhannya. Jangan salah hitung. Misalnya yang perlu banyak itu traktor (roda dua) tapi kalau butuh juga traktor roda empat silahkan tapi lihat juga kondisi tanahnya," ujar Gubernur Erzaldi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan potensi lahan sawah yang belum dikelola di areal persawahan Desa Pergam masih sangat luas. Karena itu ia minta petani setempat untuk terus mengelola sawah yang masih belum digarap.

"Luas lahan ini ada 1.400 hektar dan yang dikelola Desa Serdang dan Desa Pergam sekitar 800 hektar jadi masih ada sisa sekitar 600 hektar yang belum dikelola secara optimal," kata Juaidi.

Karena itu kata Juaidi sisa lahan yang masih tersisa harus dimanfaatkan para petani. Apalagi sekarang pemerintah pusat sedang membutuhkan hamparan lahan yang luas dalam rangka mendukung program food estate. Ia mengatakan program tersebut sangat potensial untuk menggerakkan petani dalam rangka memenuhi ketahanan pangan.

"Pemerintah sekarang punya program yang luar biasa untuk menggarap semua lahan yang potensial termasuk Serdang Pergam ini. Jadi ada namanya program food estate. Food estate ini nanti menggerakkan semua gapoktan," tandas Juaidi.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar