PANGKALPINANG — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi SP MSi minta para mantri tani untuk memberikan data yang valid.
Permintaan itu disampaikan Haruldi ketika membuka Pertemuan Sinkronisasi Angka Sementara Komoditas Hortkultura Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (09/02/2022) hari ini.
Menurut Haruldi angka yang akurat sangat penting dalam rangka membangun sub sektor hortikultura ke depan yang leibh baik.
“Karena (perencanaan) pembangunan diawali dengan data. Untuk itu kita selalu mengacu kepada data sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan,” kata Haruldi di Sun Hotel Pangkalpinang.
Karenanya mantra tani yang telah ditunjuk diminta untuk mendapatkan data lapangan sedetail mungkin. Dijelaskan Haruldi data lapangan yang diberikan mantri tani harus dipertanggungjawabkan. Pasalnya data tersebut menjadi dasar bagi pemangku kepentingan unuk menentukan kebijakan pembangunan pertanian ke depan.
“Saya minta mantri tani yang dipercaya sebagai petugas statistik ini untuk mendapatkan data se-real mungkin. Karena itu mantri tani harus selalu semangat,” ujar Haruldi seraya menyarankan para mantri tani untuk meningkatkan koordinasi dengan stakeholders terkait di lapangan.
“Mengingat satu kecamatan itu cuma ada satu mantra taninya maka bisa berkolaborasi dan bekerjasama dengan para penyuluh di wilayah itu,” kata Haruldi.
Hal senada disampaikan Sub Koordinator Perencanaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Beltung Dewi Indah Cahyanti SP MM. Dewi mengatakan Pertemuan Sinkronisasi Angka Sementara Komoditas Hortkultura itu bertujuan mendapatkan angka yang valid dari para mantra tani.
“Dan juga pertemuan ini untuk menyamakan persepsi antara mantra tani yang ada di kabupaten dan kota mencakup tanaman sayur, buah dan bio farmaka serta tanaman hias,” kata Dewi.
Pertemuan Sinkronisasi Angka Sementara Komoditas Hortkultura Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut diikuti 24 peserta dari kabupaten dan kota dalam wilayah Pulau Bangka. Sementara itu mantra tani yang berada di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur mengikuti pertemuan secara daring.*)
