PANGKALPINANG—Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pertanian Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023 resmi dbuka, Rabu (23/03/2022) hari ini. Kegiatan rutin tahunan yang dibuka Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi itu dilaksanakan di Hotel Santika Pangkalpinang.
Sejumlah pejabat terkait hadir pada acara pembukaan Musrenbang yang mengusung tema Perencanaan untuk Pertanian Maju, Mandiri dan Modern tersebut, diantaranya Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi, SP MSi, para Kepala Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota, Kepala BPTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr Suharyanto serta para pejabat eselon III dan Sub Koordinator lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi mengatakan penyediaan pangan utama tetap menjadi fokus pemerintah. Beberapa komoditas pangan utama di provinsi kepulauan Bangka Belitung untuk tahun 2023, yaitu padi, jagung, bawang merah dan cabai besar. Selain itu lada, karet, kelapa sawit dan sapi juga menjadi komoditas yang tetap diutamakan.
“(Penyedian pangan) tersebut diikuti dengan upaya peningkatan daya saing produk pertanian agar dapat mengisi pasar ekspor,” kata Wagub Abdul Fatah.
Menurut Wagub pembangunan pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat memfokuskan pada pencapaian strategi pembangunan pertanian sesuai arahan kementerian pertanian. Menurutnya ada lima arahan Kementerian Pertanian untuk mencapai strategi pembangunan pertanian, antara lain peningkatan kapasitas produksi, pengembangan diversifikasi pangan serta penguatan cadangan dan sistem logistik pangan. Arahan selanjutnya sebut wagub pengembangan pertanian modern melalui pengembangan smart farming dengan memanfaatkan modernisasi pertanian yang terintegrasi berbasis korporasi petani serta Gerakan tiga kali ekspor (gratieks).
“Saya berharap adanya sinergi antar pemerintah pusat - provinsi dan - kabupaten/kota dalam pembangunan pertanian, sinergi antar opd terkait lingkup pemerintah provinsi dalam mendukung dan mengisi pembangunan pertanian dan sinergi antar instansi vertikal terkait dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan pertanian,” ujarnya.
Karena itu lanjut Wagub Abdul Fatah Musrenbang Pertanian menjadi sangat penting dan strategis sebagai upaya sinkronisasi dan harmonisasi untuk memastikan target-target yang telah dan akan ditetapkan mulai dari nasional, provinsi sehingga dapat diimplementasikan di kabupaten/kota dengan tingkat deviasi sekecil mungkin.
“Melalui musyawarah perencanaan ini dapat menghasilkan, menciptakan program dan kegiatan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tandasnya.*)






