PANGKALPINANG — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengirimkan sampel darah sapi milik sejumlah peternak di Kota Pangkalpinang ke Balai Besar Veteriner Surabaya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM mengatakan sampel tersebut dikirim untuk memastikan apakah sapi-sapi milik peternak itu terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau bukan.
Sebelumnya sejumlah peternak sapi di Kota Pangkalpinang menghubungi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena ternak sapi yang mereka pelihara mengalami gejala yang mirip dengan PMK.
“Setelah kami lihat secara langsung dengan tim dokter hewan ciri-cirinya memang di mulut sapi keluar buih berwarna putih dan kita lihat di lidahnya sebagian luka di ujung lidah,” kata Edi kepada distan.babelprov.go.id usai mendatangi para peternak sapi bersama sejumlah dokter hewan, Jumat (06/05/2022).
Sejumlah media nasional sebelumnya memberitakan ribuan sapi di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur terserang PMK. Dikutip dari laman https://www.kompas.id edisi Jumat 6 Mei 2022, setidaknya ada 1.247 sapi yang terserang PMK di provinsi itu.
Sementara itu dilansir dari https://medpub.litbang.pertanian.go.id, PMK merupakan penyakit yang sangat menular menyerang hewan berkuku belah. Ternak berkuku belah yang peka terhadap PMK adalah sapi, kerbau, domba, kambing dan babi. Agen penyebaran PMK adalah Virus Foot Mouth Disease (FMDV).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM berharap hasil pengujian sampel ternak sapi dari Kepulauan Bangka Belitung yang dikirim ke Surabaya nanti tidak mengarah ke PMK.
“Mudah-mudah bukan PMK tapi ada penyakit lain karena Bangka Belitung bahkan Indonesia sudah dinyatakan bebas PMK,” ujar Edi.
Menurut Edi sapi yang terserang PMK akan mengalami gangguan pertumbuhan. Tidak ada nafsu makan merupakan salah satu dampaknya.
“Ibarat kalau kita manusia itu terserang sariawan maka nafsu makan atau kalau makan itu tidak mau sehingga akan menurunkan berat badan dan sapi bertambah kurus bahkan bisa menyebabkan kematian,” tandasnya.*)





