PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM mengatakan pemerintah mengalokasikan banyak bantuan untuk petani di Bangka Tengah tahun ini. Selain APBN bantuan yang mencakup berbagai subsektor pertanian itu yang juga didanai APBD Provinsi Babel dalam rangka mendukung kegiatan usaha tani di Negeri Selawang Segantang untuk satu tahun ke depan.
“Untuk sub sektor hortikultura ada bantuan penyediaan benih bawang merah dan sarana produksinya. Selain bawang merah, ada juga penyediaan benih cabai besar beserta sarana produksi seperti plastik mulsa dan pupuk organik. Untuk tanaman pangan ada bantuan sarana pasca panen berupa bantuan unit pengolah hasil (UPH) tanaman jagung yang didanai APBN,” kata Edi saat menerima kunjungan Komisi II DPRD Bangka Tengah di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (30/01/2023).
Untuk informasi, Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (30/01/2023). Kunjungan kerja yang dipimpin Ketua Komisi II Edi Purwanto ST itu dalam rangka berkoordinasi terkait program dan kegiatan sektor pertanian untuk Kabupaten Bangka Tengah pada tahun 2023.
Selain subsektor tanaman pangan dan hortikutura menurut Edi pemerintah juga mengucurkan anggaran untuk subsektor perkebunan dan peternakan di Bangka Tengah. Ia mencontohkan bantuan benih kelapa sawit, pupuk organik dan pestisida tanaman yang akan diberikan kepada petani.
“Sedangkan untuk peternakan ada bantuan alat mesin pencacah rumput. Selain itu ada juga bantuan bibit sapi jantan dan betina serta pembangunan kandang sapi sebanyak satu unit,” jelasnya seraya menambahkan tahun ini pemerintah juga akan membangun jalan usaha tani sepanjang dua kilometer di Bangka Tengah.
“Lokasinya di Gapoktan Sederhana Desa Keretak Kecamatan Sungai Selan,” ujar Edi.
Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Bangka Tengah Edi Purwanto ST mengatakan kehadiran mereka ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel itu dalam rangka koordinasi dan mencari tahu terkait berbagai program dan bantuan pertanian untuk Bangka Tengah tahun ini.
“(Karena) kekuatan keuangan daerah kita yang sangat minim sehingga membuat kami jemput bola,” katanya.*)





