BANGKA TENGAH -- Usaha tani cabai merah bantuan APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2023 yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Tunas Baru Desa Lubuk Pabrik Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah mendapatkan hasil berlimpah.
Kemarau panjang yang melanda daerah itu dalam tiga bulan terakhir ini tidak mempengaruhi hasil panen petani sebagaimana yang terjadi di sejumlah daerah di wilayah lain.
"Dan hari ini kami panen yang kedelapan," jelas Ketua Poktan Tunas Baru Sahidin di hadapan Tim Inspektorat Provinsi Babel yang melakukan monev, Senin (09/10/2023).
Turut serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM dan Subkoordinator Hortikultura Maryadi Latief SE MSi.
Penyuluh Pertanian Desa Lubuk Pabrik Mizwan Djufrie SP memperkirakan panen cabai merah yang dikelola Poktan Tunas Baru akan terus berlanjut. Usaha tani seluas dua hektar bantuan APBD Provinsi Babel Tahun 2023 melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel itu telah meraup untung puluhan juta rupiah dari hasil panen sementara yang mencapai 5,2 ton.
"Perkiraan kami total panen bisa mencapai 20 ton. Karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atas bantuan ini," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM mengapresiasi kerja kerja keras petani dan penyuluh pertanian setempat dalam memanfaatkan bantuan pemerintah tersebut.
"Perkiraan panen 10 ton per hektar, sehingga kalau dua hektar hasil panen 20 ton. Kalau harga (jual) kita ambil Rp 30 ribu per kilo jadi satu hektar petani kita bisa dapat duit Rp 300 juta. Sementara modal kurang lebih Rp 80 juta," kata Edi.
Edi berharap semangat petani cabai untuk berusaha tani terus meningkat dalam rangka memenuhi pasokan dan kebutuhan dalam daerah. Apalagi sejak dua tahun belakangan Babel tidak lagi tergantung dengan cabai merah dari luar pulau.
"Cabai besar yang memang telah kita deklarasikan bahwa Babel sudah swasembada, mudah-mudahan terus (berlanjut)," ujar Edi seraya minta penyuluh pertanian untuk dapat mengatur pola tanam agar tidak terjadi panen serentak.
"Sehingga (panen) tidak berbarengan. Di sini tanam duluan nanti (tanam lagi) di kelompok lain. Kalau semua (petani) di kabupaten - kota bisa seperti itu, Babel ini nanti panen cabai bisa kontinyu," tandasnya.
Selain cabai merah, Tim Inspektorat Provinsi Babel juga melakukan monitoring bantuan bawang merah, kelapa sawit, sapi dan sejumlah komoditi hortikultura yang lain yang lokasinya tersebar pada beberapa tempat di Bangka Tengah.*)
-- Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber: distan.babelprov.go.id--
