Paidi dan Bank Sumsel Babel Teken MoU, Rp 1,4 Miliar dikucurkan untuk Petani Porang Bangka Belitung

MENDO BARAT — Bank Sumsel Babel mengucurkan dana Rp 1,4 Miliar untuk membiayai usaha tani porang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dana pinjaman yang disalurkan melalui pogram kredit usaha rakyat (KUR) tersebut disepakati setelah Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin dan Paidi Direktur Utama PT Paidi Indo Porang selaku off taker porang menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Selasa (24/08/2921) hari ini. 

Penandatanganan MoU itu turut disaksikan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs Abdul Fatah MSi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP, Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo serta seluruh Kepala Cabang Bank Sumsel Babel di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs Abdul Fatah MSi mengatakan MoU yang ditandatangani tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dan keseriusan pihak perbankan dalam mendorong pengembangan porang sebagai komoditas alternatif ke depan.

"Pada hari ini pemerintah hadir bersama dengan Bank Sumsel Babel untuk memudahkan dan mendekatkan akses permodalan," kata Fatah.

Menurut Fatah porang kini dijadikan produk unggulan di tanah air. Bahkan Kementerian Pertanian meletakkan porang sebagai mahkota program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

"Ekspor porang pada tahun 2020 sebanyak 32 ribu ton dengan nilai 1,42 Triliun rupiah dengan tujuan Jepang, Tiongkok, Australia dan lain sebagainya. Ada peningkatan 160 persen dibandingkan tahun 2019," ujarnya.

Fatah Berharap pembiayaan usaha tani dengan pola KUR tersebut memberi manfaat dan dapat membantu petani. Karena itu ia minta kepada pihak terkait untuk terus memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada para penerima dana KUR.

"Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung pengembangan porang. Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah menjalin kerjasama dengan PT Paidi Indo Porang sebagai off taker yang akan membantu petani dalam penyediaan benih bermutu, pendampingan teknologi budidaya dan bertindak sebagai pembeli hasil panen petani," tambahnya.

Hal serupa dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP. Menurut Juaidi MoU yang ditandatangani tersebut merupakan kekuatan bagi petani untuk berusaha tani porang secara serius. 

"Ini kekuatan yang cukup besar dengan penandatanganan MoU ini. Tinggal semangat petani,  pihak perbankan dan pemerintah daerah untuk terus mendorong pengembangan porang ini," kata Juaidi seraya menambahkan dana sebesar 1,4 miliar rupiah yang dikucurkan tersebut digunakan untuk membiayai usaha tani.

"Jadi petani tidak memegang uang. Dana 1,4 Miliar itu merupakan platform dari Bank Sumsel Babel untuk membiayai usaha tani. Batas maksimal kredit 50 juta digunakan untuk membiayai sarana produksi, misalnya ketika mau membersihkan lahan baru dicairkan uangnya," tandas Juaidi.*

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar