Percepat Integrasi Sawit-Sapi, Dinas Pertanian Babel Adopsi Keberhasilan Kotawaringin Barat

PANGKALPINANG— Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  melakukan Studi Kebijakan Peningkatan Populasi Ternak melalui integrasi Sawit – Sapi ke Kabupaten Kota Waringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah awal November 2019 lalu.

Studi kebijakan yang dipimpin langsung  Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli itu diterima Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah. Ahmadi didampingi sejumlah pejabat terkait Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat ketika menerima rombongan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli mengatakan dipilihnya Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai daerah kunjungan mengingat kabupaten tersebut dinilai berhasil melaksanakan integrasi sawit – sapi.

“Kotawaringin Barat  sudah duluan melaksanakan program ini (integrasi sawit – sapi-red), karena itu kami ingin belajar,” kata Juaidi.

Peserta studi kebijakan berjumlah dua puluh petugas yang menangani peternakan dari sejumlah instansi dan unit kerja, diantaranya petugas yang menangani peternakan di Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, petugas yang menangani peternakan di Balai Benih Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, petugas yang menangani peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah serta perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit dari PT Steelindo Wahana Perkasa.

Sasaran kunjungan adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit serta koperasi dan kelompok peternak yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat yang telah menerapkan integrasi sawit – sapi, seperti PT Agro Menara Rachmat, Sulung Ranch anak perusahaan dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Kelompok Integrasi Sawit – Sapi Usaha Baru serta Koperasi Unit Desa Tani Subur.

 “Kita ingin percepatan. Harapan kita pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kepulauan Bangka Belitung nanti bisa berkontribusi karena saat ini delapan puluh persen sapi di Kepulauan Bangka Belitung masih didatangkan dari luar,” ujar Juaidi didampingi Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nurhayati dan Kepala Balai Benih Pertanian Judnaidy seraya berharap ke depan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat melakukan hal serupa.

“Kemudian terkait dengan intgerasi sawit sapi ini juga, kita ingin agar masyarakat bisa adopsi secara keseluruhan, secara pelan-pelan..Apalagi kotoran sapi itu dapat dijadikan bahan (pupuk) organik. Setiap ekor sapi itu menghasilkan kotoran sebanyak 25 kilo gram per hari,” tambah Juaidi.

Sementara itu Wakil Bupati Kotawaringin Barat Ahmadi Riansyah membenarkan bila Kabupaten Kotawaringin Barat sudah berhasil menerapkan integrasi sawit – sapi.

“Tapi bukan berarti kita lebih hebat. Kita sudah berhasil meskipun masih jauh dari harapan,” katanya.

Ahmadi mengaku bersyukur atas dipilihnya Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai sasaran studi kebijakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Dari kunjungan ini kita bisa silaturrahmi, bertukar ilmu dan pegalaman,” tandas Ahmadi.*)

Sumber: 
BIDANG PETERNAKAN DINAS PERTANIAN
Penulis: 
Suryati SPt
Fotografer: 
Suryati SPt
Editor: 
Han Arifin