MENDO BARAT—Peserta Sekolah Lapang Penerapan Inovasi Teknologi (SL-PIT) Pertanian mulai menanam benih padi ladang dengan sistem tugal, Kamis (26/09/2021) hari ini.
Kegiatan tanam yang dipimpin Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Kemas Arfani Rahman itu merupakan rangkaian materi pembelajaran SL-PIT yang berlokasi di Desa Paya Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.
Ikut hadir Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Dr Suharyanto SP MP, Kepala Balai Proteksi Tanaman Suzana Kartikasari SP serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto SP MT.
Selain itu terlihat pula Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan SDM Fetty Nilwani SP, Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Informasi Gunawan S Hartanto SP, Kepala Seksi Tata dan Metode Penyuluhan Dewi Indah Cahyani SP MM, Kepala Seksi Sertifikasi Mutu Benih Budi Jaya Santosa SP serta Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida Sugiansyah SP.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Ir Kemas Arfani Rahmanyang hadir sekaligus mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan SL-PIT merupakan upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan produktifitas padi melalui transfer teknologi.
“Kebiasaan lama ayo tinggalkan. Kalau biasa cuma tanam sekali setahun, mulai sekarang biasakan tanam setahun dua kali. Kalau ada yang tidak paham tanyakan pada kami,” kata Kemas memberikan arahan sesaat sebelum penanaman.
Menurut Kemas pemerintah memiliki perangkat kerja yang banyak untuk membantu dan mendukung kinerja petani di tingkat lapang. Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Barat itu mencontohkan alat dan mesin pertanian yang dapat digunakan setiap saat oleh petani untuk menggarap lahan.
“Kemudian untuk pengendalian hama dan penyakit ada Balai Proteksi Tanaman dan terkait dengan perbenihan ada Balai Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih. Bahkan ada Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pertanian yang siap membantu kita dalam hal budidaya dan lain sebagainya,” ujar Kemas seraya mengajak para petani peserta SL-PIT untuk menggairahkan kembali minat petani lain untuk berusaha tani.
“Saya tahu dulu Desa Paya Bena ini lumbung beras Kabupaten Bangka dari padi ladang. Oleh karena itu mari kita perjuangkan Desa Paya Benua ini kembali seperti dulu sebagai penghasil beras utama Kabupaten Bangka,” tambah Kemas.
Sementara itu Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Informasi Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Gunawan S Hartanto SP selaku Pejabat Pembuat Komitmen mengatakan SL-PIT di Desa Paya Benua tersebut merupakan salah satu lokasi dari 134 daerah di Indonesia yang ditunjuk Kementerian Pertanian untuk melaksanakan SL-PIT. Senada dengan Kemas, Gunawan juga berharap para petani peserta SL-PIT mendapatkan perubahan besar setelah mengikuti SL-PIT.
“Yang diharapkan dari kegiatan ini bukan saja berdampak untuk pengetahuan dan keterampilan petani tapi juga ada perubahan sikap pada petani dari yg tidak tahu menjadi tahu dan mereka akan menularkan pengetahuan tersebut kepada (petani) yang lain,” tandas Gunawan.*)





