BANGKA SELATAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian menggelar Bimbingan Teknis Penerapan Inovasi Teknologi Budidaya Padi Jajar Legowo di Kabupaten Bangka Selatan, Senin (28/11/2022).
Bimtek yang diikuti petani padi sawah dan penyuluh pertanian se Kabuapten Bangka Selatan dan dilaksanakan di Hotel A3 Jalan Kolong 2 Kecamatan Toboali itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM mengatakan bimtek tersebut sangat penting dalam upaya membantu petani meningkatkan produksi gabah ke depan.
“Karena itu bimtek ini menjadi penting,” kata Edi.
Ia menerangkan ketergantungan Babel terhadap beras dari luar daerah masih tinggi. Hampir tiga per empat kebutuhan beras masyarakat daerah ini disebutnya masih dipasok dari luar provinsi akibat produksi dalam daerah yang masih terbatas.
“Berkali-kali saya sampaikan untuk pangan pokok 37 persen yang bisa kita produksi sendiri. Artinya 63 persen kita masih mendatangkan beras dari luar dan tentu kami berterima kasih dari 37 ribu ton tersebut, kira-kira 25 ton beras kita dihasilkan dari petani Bangka Selatan,” terangnya.
Edi berharap jumlah ketergantungan Babel terhadap beras dari luar daerah bisa berkurang ke depan. Karena itu diperlukan komitmen semua pihak dan stakeholders terkait menuju Babel mandiri pangan.
“Kampanye bahwa kenyang tidak harus nasi penting sehingga kebutuhan beras kita nanti tidak terlalu tinggi. Ada pangan lokal pengganti nasi seperti pisang, ubi, talas sehingga tidak tiga kali makan nasi sehari,” tandasnya.*)





