PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP minta kegiatan pertanian yang dapat menyebabkan terjadinya banyak kerumunan masa ditiadakan.
Permintaan itu disampaikan Juaidi saat memimpin rapat evaluasi dan percepatan pencapaian pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2021, Selasa (10/08/2021) pagi.
Pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka itu dihadiri para pejabat eselon tiga setingkat kepala bidang dan kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) termasuk pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Juaidi mengatakan peniadaan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang sekarang makin mengganas.
"Sekarang masih PPKM (Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat) sehingga kegiatan yang mengumpulkan masyarakat ditinjau ulang," kata Juaidi.
Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Selatan itu kemudian mencontohkan kegiatan sosialisasi atau rapat koordinasi dan pertemuan serupa lainnya yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerumunan karena digelar secara tatap muka. Karena itu ia minta pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pada masing-masing satuan kerja untuk mencermati kembali bentuk kegiatan yang mengarah pada berkumpulnya masa tersebut.
"Bahkan kalau memang tidak terlalu penting tidak usah (dilaksanakan)," tegas Juaidi seraya mengarahkan kegiatan sosialisasi atau rapat koordinasi yang ia contohkan tadi dapat digelar secara online menggunakan aplikasi zoom.
"(Dilaksanakan) secara daring saja. Menyusun programa misalnya kan bisa daring. Kasih (peserta) sertifikat dan kalau nilainya bagus kasih souvenir berupa baju misalnya. Kegiatan yang dilakukan secara daring nanti komponen konsumsi hilang (menghemat konsumsi-red) dan (anggarannya) bisa dikembalikan atau digeser ke aktifitas lain," ujar pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.
Pengawalan Kegiatan
Sementara itu pada rapat evaluasi dan percepatan pencapaian pelaksanaan kegiatan tersebut dikemukakan sejumlah masalah, kendala dan hambatan oleh para para penanggung jawab kegiatan. Dari hasil paparan diketahui sejumlah kegiatan telah selesai dilaksanakan.
"Pengembangan tanaman semusim dan rempah sudah selesai dilaksanakan dan sekarang dalam tahap pengawalan dan monitoring. Evaluasi kebun sumber benih lada juga sudah dilaksanakan dan tinggal melakukan pengawasan dan proses sertifikasi," kata Juaidi usai mendengar paparan Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi dan Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Dr H Wahyudi Himawan.
Terkait dengan kegiatan perlindungan tanaman Juaidi mengarahkan Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Suzana Kartikasari SP untuk mendukung kegiatan kebun yang telah diregistrasi oleh UPTD Pengawas Mutu dan Ketahanan Pangan (PMKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Manggis dan durian dipertimbangkan untuk direlokasi ke wilayah sentra produksi lainnya terutama dalam mendukung persyaratan registrasi kebun. Koordinasikan dengan Pak Ir Heri (KepalaUPTD PMKP-red). Jadi kebun manggis ada support dari perlindungan tananam dan difokuskan bantuan pada kebun yg kita registrasi," tandas Juaidi.*)




