Pimpin Rapat Percepatan Opla, Juaidi: Libatkan Masyarakat Sekitar

PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memimpin rapat Percepatan Optimasi Lahan (Opla) di ruang rapat utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (19/08/2021).

Kegiatan yang dihadiri para pejabat dan petugas prasarana dan sarana pertanian dari Kabupaten Bangka, Bangka Tengah serta Bangka Selatan dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 secara ketat itu digelar untuk membahas percepatan pelaksanaan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan pusat.

"Ada beberapa penekanan di sini, ada instruksi dari pusat untuk melakukan proses percepatan pekerjaan fisik. Target pusat bulan October kita sudah lakukan," kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto SP MT.

Dikutip dari agroindonesia.co.id, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan opla merupakan usaha meningkatkan produktivitas atau meningkatkan IP melalui kegiatan penataan sistem air dan lahan. 

Selain itu, optimasi lahan rawa juga merupakan jawaban untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia terus terjaga di masa depan terutama dengan terus meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP menyampaikan sejumlah hal terkait percepatan pelaksanaan pekerjaan opla tersebut.

"Yang pertama perlu dicek bersama lokasi yang akan dieksekusi atau lokasi yang akan dikerjakan cek bersama itu baik itu antara konsultan perencana, konsultan pengawal termasuk juga PPK dan juga dari Dinas Pekerjaan Umummelakukan kegiatan ini," kata Juaidi. 

Selain cek lokasi, Juaidi juga mengingatkan para pelaksana kegiatan untuk memprioritaskan pekerjaan pada lokasi dengan jumlah lahan yang luas. Karena itu Ia minta lokasi pekerjaan diidentifikasi terlebih dahulu untuk menentukan skala prioritas.

"Misalnya di Bangka Selatan yang sebarannya cukup besar cek lokasi mana yang harus didahulukan, maka harus diidentifikasi lokasi mana saja yang menjadi prioritas awal untuk dikerjakan dan diselaraskan dengan rencana tanam," ujarnya seraya mengingatkan Opla termasuk dalam kegiatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sehingga mesti dikawal ketat.

"Maka kita harus kawal betul betul jangan sampai ada kekeliruan dalam pelaksanaan, sehingga harus kita cegah sedini mungkin. Yang berikutnya aspek pertanggungjawaban dan juga libatkan masyarakat sekitar termasuk Babinsa dan Babinkamtibmas," tandas Juaidi.*

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar