BANGKA—Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dr H Erzaldi Rosman SE MM mengunjungi UPTD Balai Benih Pertanian (BBP) yang terletak di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Jumat (11/1) pagi.
Erzaldi tak sendiri, mantan Bupati Bangka Tengah dua periode itu turut ditemani Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP. Ikut serta mendampingi seluruh pejabat eselon III di lingkungan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diantaranya Sekretaris Dinas Pertanian Erwin Krisnawinata STP MSi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir Heri, Kepala Bidang Peternakan Ir Hj Nurhayati, Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto SP MT, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Ujang Djohan SP, Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih Gunawan SP MSi dan Kepala UPTD BBP Drh Judnaidy.
Menariknya, bertolak dari Pangkalpinang sekitar pukul 06.30 WIB, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Rosman SE MM tidak menggunakan kendaraan dinas plat merah BN 1 ketika menyambangi BBP. Erzaldi malah menumpangi kendaraan plat merah jenis minibus dengan nomor polisi BN 7014 Z dan mengajak Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP serta seluruh pejabat eselon III di lingkungan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ikut bersamanya dalam minibus tersebut. Di dalam kendaraan roda empat itu Erzaldi kemudian melakukan diskusi ringan bersama para pejabat Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Di BBP Erzaldi kemudian mengunjungi sejumlah tempat yang menjadi titik kegiatan perbanyakan benih tanaman, diantaranya kebun sumber benih lada. Di tempat ini Erzaldi mendengarkan berbagai penjelasan dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP dan Ahli Penyakit Lada dari Universitas Gajah Mada Prof Dr Ir Bambang Hadisutrisno DAA yang juga ikut serta dalam rombongan.
“Tahun 2019 kemarin kondisi kekeringan yang sangat ekstrim, (maka) kita menggunakan Jamur Mikoriza yang standard. Tanaman lada yang lemah ketika menghadapi kondisi kering yang sangat ekstrim dia tidak mampu. Kondisi yang lemah ini menyebabkan berbagai macam gangguan,” kata Prof Bambang di hadapan Erzaldi.
Gubernur dan rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi peternakan sapi dan diakhiri dengan memberikan arahan pada peserta Pepper Bangka Project kegiatan Peningkatan Kapabilitas Penyuluhan dan SDM Pertanian di pendopo Balai Benih Pertanian.*)




