PANGKALPINANG – Ketersediaan hewan kurban di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada perayaan Idul Adha tahun ini dipastikan cukup. Stok hewan kurban tersebut tidak akan terganggu meskipun Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini masih menginfeksi hewan ternak di banyak tempat.
“Sapi sudah cukup, kambing sudah cukup,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Drh Judnaidy dalam rapat evaluasi PMK di ruang rapat Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (05/07/2022).
Rapat evaluasi yang dibuka Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Edi Romdhoni SP MM tersebut dihadiri para subkoordinator lingkup Bidang PKH termasuk tim medis dan tenaga fungsional yang terkait.
Karena itu Judnaidy minta publik tidak khawatir. Bahkan ia menyebut hewan kurban di tingkat peternak masih ada yang belum terjual.
“Di lapangan 30 sampai 40 persen belum terjual. Artinya tidak ada alasan lagi orang kekurangan,” jelasnya.
Judnaidy mengaku telah mengirim tim ke kabupaten dan kota untuk memastikan stok dan kesehatan hewan ternak di lapangan. Dari laporan tim yang ia terima sejauh ini tidak ada persoalan.
“Tujuan sidak ke lapangan itu untuk menguji kebijakan kita benar atau tidak. (Misalnya) penyetopan hewan kurban dari luar. Harus diuji. Jangan sampai kita membuat kebijakan (yang salah). (Tapi) kebijakan kita (ternyata) tidak salah,” ungkap Judnaidy.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Edi Romdhoni SP MM memuji kinerja tim PKH dalam menanganani kasus PMK. Ia berharap tim tetap solid dan terus menjaga kekompakan.
“Saya sampaikan terima kasih kepada kawan-kawan semuanya, jaga kekompakan. Inilah tim kita, tim PKH. Jadi apa masalah yang ada di PKH ini adalah masalah kita semua ,” katanya.*)





