PANGKALPINANG—Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Drh Judnaidy memastikan penyakit yang menginfeksi hewan ternak itu telah dan akan terus dikendalikan.
Kepastian itu disampaikan Judnaidi ketika menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Bangka Tengah terkait PMK yang menyerang sejumlah hewan ternak beberapa pekan lalu.
“Sudah dilakukan sesuai prosedur, sesuai dengan SOP yang sudah ada,” kata Judnaidy di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/05/2022).
Judnaidy mengatakan PMK yang menjangkiti ternak dapat disembuhkan. Bahkan angka kesembuhan mencapai sembilan puluh persen.
“Dari beberapa titik yang kita kunjungi sebagian besar menunjukkan tingkat kesembuhan yang sangat tinggi. Ada yang hampir Sembilan puluh persen,” ujarnya
Karena itu Judnady menghimbau para peternak untuk tidak panik. Ia memastkan tim kesehatan hewan terus bekerja untuk mempersempit penyebaran PMK.
“Kita sudah lakukan sesuai prosedur terutama seperti memastikan tersedianya disinfektan dan obat-obatan. Untuk pemberian obat tradisonal atau herbal kepada ternak pun diperbolehkan,” tambah Judnadiy. “Terutama jika itu bisa memperkuat daya tahan tubuh pada ternak,” sambungnya.
Menjawab pertanyaan anggota dewan terkait hewan kurban dalam rangka Idul Fitri nanti Judnaidy mengatakan bahwa untuk lalu lintas hewan ternak terutama sapi sudah bisa dilakukan karena sudah ada koordinasi dengan beberapa balai karantina terutama yang ada di wilayah Sumbagsel.
“Untuk stok sapi kurban sendiri masih dibutuhkan sekitar 3500 ekor dari 2000 ekor sapi yang tersedia,” tandasnya.*)





