Tingkatkan Produksi Pertanian, Uapaya Atasi Rentan Pangan di Babel

PANGKALPINANG – Meningkatkan produksi komoditas pertanian menjadi salah satu cara pemerintah untuk mengantisipasi kerentanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Cara tersebut menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdhoni SP MM penting dilakukan mengingat provinsi ini merupakah daerah kepulauan yang sumber pangannya banyak tergantung dengan daerah luar.

“(Karena itu kita harus) meningkatkan produksi, memperbanyak produksi, memberdayakan petani-petani kita,” kata Edi saat membuka Rapat Koordinasi Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) di ruang rapat lantai satu Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Senin (26/09/2022).

Dijelaskan Edi kemampuan Provinsi Babel untuk menyediakan pangan pokok sangat terbatas. Daerah ini disebutnya cuma mampu menyediakan 39 persen kebutuhan pangan sedangkan sisanya dipasok dari daerah lain.

“Artinya 61 persen kita masih menggantungkan dari luar,” terangnya.

Karena itu Edi mengatakan rakor FSVA yang digelar dengan melibatkan banyak pihak terkait itu penting dilakukan. Menurutnya persoalan pangan merupakan tanggung jawab bersama lintas sektoral sehingga keterlibatan stakeholders terkait menjadi keharusan.

“Misalnya dengan Dinas Kesehatan terkait stunting, Dinas Pendidikan terkait sekolah, Dinas Pekerjaan Umum terkait akses jalan dan yang lain-lainnya,” jelasnya seraya menambahkan peta FSVA yang dirumuskan dalam rakor tersebut akan menjadi bahan dalam membuat kebijakan.

“(FSVA) ini memang disusun di dinas kami tapi sebenarnya yang memiliki kepentingan bukan hanya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan karena ini terkait dengan bagaimana gambaran situasi tentang kerentanan dan ketahanan pangan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tandas Edi.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar