Wagub Abdul Fatah Lepas Ekspor Produk Pertanian Babel Senilai Rp 141,9 Miliar di Pelabuhan Pangkal Balam

PANGKALPINANG —Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi melepas ekspor produk pertanian asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (31/12/2021) hari ini. 

Ekspor senilai Rp 141,9 Miliar tersebut dilepas Wagub dari Pelabuhan Pangkal Balam Kota Pangkalpinang bersamaan dengan pelepasan ekspor serentak produk pertanian dari 33 provinsi lain di Indonesia. Ikut mendampingi Wagub, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung  Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya SH, Komandan Korem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Kepulauan Bangka Belitung Kolonel Laut (P) Fajar Hernawan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Haruldi SP MSi serta Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang Drh Saifudin Zuhri.

Sementara itu secara nasional ekspor produk pertanian serentak dengan tajuk Gebyar Ekspor Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) itu dipusatkan di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Laut Soekarno-Hatta – Makassar Provinsi Sulawesi Selatan dan dilepas langsung Menteri Pertanian (Mentan) Dr H Syahrul Yasin Limpo. Ikut mendampingi Mentan, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang Drh Saifudin Zuhri mengatakan ekspor produk pertanian dari Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan tren membaik. Selaku otoritas karantina pertanian di perdagangan internasional, unit pelaksana teknis Badan Karantina Pertanian (Barantan) di Pangkalpinang ini bertugas untuk memfasilitasi produk pertanian saat dilalulintaskan, baik ekspor, impor dan antar area.

"Ada tiga komoditas pertanian unggulan ekspor asal Babel yakni lada, karet dan produk olahan kelapa sawit," kata Saifudin Zuhri setelah acara Gebyar Ekspor berlangsung di Pelabuhan Pangkal Balam Kota Pangkalpinang melalui rilis yang disampaikan Humas Karantina Pertanian Pangkalpinang kepada distan.babelprov.go.id, Jum’at (31/12).

Menurut Saifudin Zuhri, akhir tahun 2021 Babel menutup ekspor dengan tiga komoditas pertanian. Salah satu diantaranya adalah lada biji.

 “Pada kesempatan gebyar ekspor ini, Karantina Pertanian Pangkalpinang memfasilitasi para eksportir dari 16 – 31 Desember 2021 diantaranya lada biji sejumlah 100 ton senilai 10,136 milyar rupiah dengan negara tujuan Jepang, Vietnam dan Thailand. Selain lada biji, karet sir dari Babel juga diekspor ke Korea Selatan sejumlah 282,24 ton senilai 7,15 milyar rupiah”, sambungnya seraya mengatakan selain lada biji dan karet sir, produk olahan sawit dari Babel juga turut diekspor.

“Selain lada biji dan karet sir, produk olahan sawit dari Babel juga dikirim ke Myanmar yaitu Palm Olein atau minyak sawit sejumlah 6.500 ton senilai 116,8 milyar rupiah. Selain Palm Olein, Palm Kernel Expeller tujuan Thailand sejumlah 3.700 ton senilai 7,9 milyar rupiah juga turut andil dalam mendongkrak program Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian yaitu gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) dari Babel,” ungkap Zuhri.

Sementara itu pada gebyar ekspor hari ini, Kementerian Pertanian mencatatkan ekspor dengan total 1,3 juta ton senilai 14,4 triliun rupiah ke 124 negara tujuan dari seluruh Indonesia.

“Tentunya kami berharap dengan total nilai ekspor dari Babel sejumlah 141,9 milyar rupiah tersebut dapat menggerakan roda perekonomian juga khususnya dari sektor pertanian di Babel. Sebelum dilakukan ekspor, pihak Karantina Pertanian Pangkalpinang sudah memberikan pendampingan berupa bimbingan teknis bagi pemenuhan persyaratan negara tujuan. Kami pastikan lada biji, karet sir dan produk olahan yang diekspor tersebut telah bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan ekspor," tandas Saifudin Zuhri.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar
Bidang Informasi: 
BKPSDMD