BANGKA SELATAN—Kepala Bidang Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Kemas Arfani Rahman menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Budidaya Jagung Pada Lahan Kering Masam di Desa Sumber Jaya Permai Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (29/06/2021).
Kemas yang hadir mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP itu didampingi Koordinator Penyuluh Pertanian Provinsi Wilayah Bangka Tengah dan Bangka Selatan Haryanto SP dan Penyuluh Pertanian Provinsi Wilayah Bangka Tengah Erwan Widiansyah SST MM.
Bimtek yang diinisiasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan Drh Suhadi MM, Kepala BPTP Dr Suharyanto MP, Camat Pulau Besar Drs Sapri serta Kepala Desa Sumber Jaya Permai Puk Adi.
Kepala Bidang Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Kemas Arfani Rahman mengatakan kegiatan bimtek tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani terkait dengan sistem budidaya tanaman jagung.
“Karena itu kegiatan ini wajib kita syukuri karena tidak semua desa mendapatkan bimtek. Di Bangka Belitung cuma Desa Sumber Jaya Permai satu-satunya lokasi yang ditunjuk sebagai tempat bimtek,” kata Kemas melalui release yang diterima distan.babelprov.go.id, Selasa (29/06/2021)
Menurut Kemas kegiatan Bimtek Tanaman Jagung tersebut memiliki manfaat besar bagi peserta. Untuk itu mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Barat tersebut mengajak para peserta mengikuti kegiatan tersebut secara seksama agar dapat memberi dampak dan manfaat untuk pelaksanaan kegiatan nanti di tingkat lapang.
“Kegiatan bimtek ini merupakan salah satu perwujudan bagaimana petani yang menjadi anggota gapoktan dapat mengasah kemampuan. Karena itu kegiatan ini penting dan tidak hanya bagi petani tetapi juga para penyuluh. Para penyuluh tidak saja piawai memotivasi petani tetapi juga penyuluh harus bisa meningkatkan ketrampilan diri sendiri,” ujar Kemas seraya menambahkan bahwa kegiatan bimtek itu juga dapat menjadi wadah mempererat kebersamaan antar anggota gapoktan.
“Kekompakan jangan sampai hilang. Kita harus kompak. Contoh yang tidak kompak itu misalnya ada petani yang tanam tapi di sebelahnya tidak. Itu kan tidak boleh,” tandas pria yang pernah menjabat Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat dan Kepala Dinas Pertanian Kabupatan Bangka itu.*)





