Dukung Ketersediaan Pangan, Camat Se-Babel Ikuti Pelatihan Pertanian

PANGKALPINANG – Sebanyak 47 camat dari enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan pelatihan pertanian bersama 7.230 camat dari 34 provinsi se-tanah air.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI selama dua hari tersebut digelar dalam upaya mendukung ketersediaan pangan nasional dan dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian Dr H Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara online melalui aplikasi zoom dari Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi – Bogor Jawa Barat, Kamis (28/10/2021).

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi didampingi Wakil Bupati Bangka Tengah Hery Erfian ST serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP ikut menyaksikan langsung pembukaan pelatihan dari Ruang Pertemuan Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang bersama para camat.

Ikut hadir Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian. Ir Kemas Arfani Rahman, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Dr Abdul Roni Angkat STP MSi, Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan SDM Fetty Nilwani SP, Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Informasi Gunawan S Hartanto SP, Kepala Seksi Tata dan Metode Penyuluhan Dewi Indah Cahyani SP MM serta para penyuluh pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menteri Pertanian Dr H Syarul Yasin Limpo mengapresiasi kehadiran para camat di seluruh tanah air untuk mengikuti pelatihan pertanian tersebut. Secara khusus mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu juga memberikan penghargaan kepada Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs H Abdul Fatah MSi sebagai satu-satunya wakil kepala daerah provinsi yang ikut hadir.

“Terima kasih Pak Wagub Babel (sudah hadir). Kalau Pak Wagub sudah hadir dipastikan semuanya jalan,” kata SYL tersenyum.

Dijelaskan SYL bahwa desa dan kecamatan merupakan titik awal gerakan pembangunan pertanian. Karena itu ia minta para camat ikut berperan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian bersama stakeholders yang lain.

“Karena semua untuk rakyat dan semua demi bangsa pasti bisa,” ujar SYL.

SYL minta antar pemimpin wilayah untuk mengeratkan koordinasi. Ia mengaku akan terus mem-back up penuh aktifitas di tingkat bawah agar koordinasi antar pihak terkait dapat terwujud.

“Tentu (memang) ada aturan bahwa camat di bawah bupati, bupati di bawah gubernur untuk koordinasinya baru ke menteri. Sekarang semua kita jalankan. Saya siap back up karena ini hanya persoalan koordinasi antar kita saja,” tegasnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Dokumentasi Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian
Editor: 
Hairil Anwar