PANGKALPINANG -- Kondisi terkini sektor pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipaparkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Romdhoni SP MM pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (06/04/2022) petang.
FGD yang dilaksanakan secara online melalui video conference menggunakan aplikasi zoom itu juga dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tri Wahyuni SP MSi, Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi serta Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Irman Hasan SP.
Ada sejumlah hal yang disampaikan Edi pada FGD yang dilaksanakan selama satu setengah jam itu, diantaranya yang terkait dengan capaian kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan seperti peningkatan produksi komoditas pada sub sector tanaman pangan maupun sub sector perkebunan.
“Perkiraan produksi padi pada Maret sebanyak 9.327,55 ton sedangkan pada Januari 6.346,03,” kata Edi melalui video vonference dari ruang rapat Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kompleks Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Edi peruntukan kawasan tanaman pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung paling luas dibanding sub sektor lain. Dengan luasan mencapai 355.453 hektar, kawasan tanaman pangan bahkan lebih luas dari kawasan perkebunan.
“Kawasan peruntukkan perkebunan seluas 316.383 hektar. Sementara itu untuk kawasan hortikultura dan peternakan masing-masing kurang lebih 221.512 hektar dan 10.102 hektar,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Edi Romdhoni juga menyebutkan sejumlah komoditas pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang potensial untuk diekspor. Salah satu diantaranya adalah kelapa sawit.
“Selain itu ada karet, lada, ubi kayu/tapioca, porang dan jahe merah,” sebutnya seraya menambahkan memperbaiki kualitas dan kuantitas mutu menjadi strategi peningkatan sector pertanian.
“Strategi yang lain berupa penetapan kawasan sentra produksi dan strategi perluasan pasar,” tandasnya.*)





