Harga TBS Kelapa Sawit Terus Melejit, Sentuh Angka Rp 2.343 per Kilogram

PANGKALPINANG—Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus melejit. Untuk bulan Juni 2021 harga TBS yang ditetapkan pemerintah sebesar 2.343 rupiah per kilogram. Harga tersebut diperuntukan pada TBS dengan kategori umur tanaman sepuluh hingga dua puluh tahun. Sementara untuk TBS dari tanaman kelapa sawit berumur 3 tahun sebesar 1.950 rupiah per kilogram.

“Harga TBS ini berlaku surut dari tanggal 01 Juni sampai dengan 30 Juni 2021,” demikian bunyi berita acara hasil rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diterima redaksi distan.babelprov.go.id, Senin (07/06/2021) hari ini.

Harga TBS untuk bulan Juni 2021 sebesar 2.343 per kilogram tersebut lebih besar dibandingkan bulan Mei 2021 sebesar 2.210 rupiah per kilogram. Begitu juga untuk TBS dari tanaman usia 3 tahun yang mengalami kenaikan 110 rupiah dibandingkan bulan lalu yang hanya sebesar 1.840 per kilogram.

Rapat Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bulan Juni 2021 di digelar di ruang rapat kecil lantai dua Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari ini. Harga TBS tersebut ditetapkan tim dengan memperhatikan informasi dan data yang disampaikan 14 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ditunjuk sebagai sumber data.

Rapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit itu dipimpin Kepala Bidang Perkebunan Haruldi SP MSi didampingi Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ahmad Zainul Fikri SP selaku Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS kelapa sawit.

Sebelumnya sebagaimana diwartakan distan.babelprov.go.id edisi 11 Mei 2021, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan penguatan harga TBS kelapa sawit tersebut terjadi seiring dengan tingginya permintaan dan naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel tingkat dunia.   

Menurut Juaidi banyak negara di belahan dunia sekarang yang mengimpor CPO dari Indonesia, salah satu diantaranya negara China. Tingginya permintaan CPO dari sejumlah negara tersebut berdampak pada naiknya harga TBS kelapa sawit produksi pekebun.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar