PANGKALPINANG — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP memimpin rapat lanjutan Pemetaan Kawasan Komoditas Pertanian di ruang Rapat Utama Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Sabtu (07/08/2021) hari ini.
Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Dinas Pertanian Erwin Krisnawinata STP MSi, Kepala Bidang Peternakan Ir Hj Nurhayati, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Asdianto SP MT, Kepala Seksi Tanaman Semusim dan Rempah Aprilogra STP MSi, Kepala Seksi Tanaman Hortikultura Edo Maryadi SE MSi, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Drh Correy Wahyu Adi Sulistyo serta Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Drh Endah Sukaisih.
Selain itu tampak pula Fungsional Pengawas Mutu Pakan Muda Muhammad Taufik Alamsyah SPt MSc dan Fungsional PMHP Muda Ongki Pinsesra SP.
Pada pertemuan itu dipetakan masing-masing komoditas untuk setiap subsektor pertanian yang dipaparkan oleh masing-masing kepala bidang dan kepala seksi serta pejabat fungsional terkait yang hadir dalam rapat tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan pemetaan kawasan komoditas pertanian itu dibuat menurut data populasi yang disesuaikan dengan standar Kementerian Pertanian.
"Ini floating sementara pada masing-masing kabupaten yang dibuat Kementerian Pertanian berdasarkan data populasi," kata Juaidi.
Juaidi minta data komoditas yang dipetakan tersebut untuk didiskusikan serta dimantapkan di masing-masing bidang. Hasil pemantapan tersebut kemudian diekspose kepada bidang teknis terkait untuk ditindaklanjuti.
"Jika di masing-masing bidang sudah oke baru kita kirimkan ke kabupaten dan kota. Jika masih ada masukan dari kabupaten dan kota nanti kita diskusikan lagi. Karena itu nanti disusun jadwal untuk masing-masing bidang melakukan pembahasan yang dihadiri oleh tim dan bidang-bidang lain. Misalnya terkait kelembagaan ada bidang penyuluhan. Pejabat fungsional juga nanti dilibatkan berapa kebutuhannya termasuk juga regulasi tolong disiapkan," ujar Juaidi seraya menambahkan pengembangan komoditas pertanian ke depan dilakukan menurut sentra alami komoditas tersebut.
"Misalnya durian di mana yang sudah berkembang (maka pengembangan komoditas difokuskan di daerah itu). Jika suatu saat nanti ada pengembangan komoditas tertentu di tempat tersebut maka tinggal kita lakukan peninjauan kembali terhadap tata ruang kabupaten dan kota yang bersangkutan," tambah Juaidi.
Sebagaimana diwartakan oleh http://distan.babelprov.go.id edisi Rabu tanggal 04 Agustus 2021, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli SP MP mengatakan pemetaan kawasan komoditas pertanian itu dilakukan
mencermati kembali sejumlah komoditas pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian dan menjadi prioritas nasional. Selain menurut Juaidi pemetaan kawasan komoditi itu dilakukan agar pengembangan komoditas pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke depan menjadi lebih fokus. Selain itu keterbatasan anggaran yang tersedia juga menjadi alasan lain pentingnya pemetaan kawasan dilakukan.
"Kita ingin mengadopsi kebijakan pusat. Ketika pusat bicara kopi, tidak masuk kita kopi karena Bangka Belitung bukan kawasan kopi. Pemetaan kawasan komoditi di Bangka Belitung akan dibagi menurut tingkatan daerah dan pemerintahan. Ada kawasan nasional, ada kawasan level provinsi, ada kawasan yang kita arahkan menjadi level kabupaten sampai ke tingkat kecamatan atau desa. Sehingga jika kita nanti akan mengembangkan komoditi A misalnya maka di sini tempatnya. Komoditi B di sana lokasinya. Jadi jangan nanti masing-masing kabupaten mengusulkan komoditi minta difasilitasi kita. Jadi nanti sudah dipetakan ketika kita bicara durian, ya sudah fokus di Kabupaten mana. Kabupaten yang lain minta (durian) silahkan pakai APBD mereka," ujar Juaidi.*)





