PANGKALPINANG—Personil laboratorium lingkup Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibekali Pelatihan Documentation and Implementation of ISO/IEC 17025:2017. Kegiatan yang difasilitasi Sekretariat Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjama dengan AN-Training & Consulting tersebut digelar selama dua hari tanggal 10 sampai dengan 11 Desember 2019 di Hotel Cordela Pangkalpinang.
Peserta pelatihan sebanyak 25 orang terdiri atas level top manajemen dan analis laboratorium dari UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB), UPTD Balai Proteksi Tanaman serta Laboratorium Keswan dan Kesmavet.
Kepala Sub Bagian Umum Sekretariat Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marlina mengatakan pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan kompetensi personil laboratorium lingkup Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi setiap personil.
“Karena itu Dinas Pertanian memfasilitasi pelatihan ini. Kami ingin membantu meningkatkan kompetensi rekan-rekan yang bertugas di laboratorium dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi mereka,” kata Marlina di Hotel Cordela Pangkalpinang, Rabu (11/12).
Turut hadir Kepala UPTD PSMB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Gunawan, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Ujang Djohan, Kasubag Tata Usaha UPTD PSMB Nadya Maurita, Kasi Sertifikasi Benih UPTD PSMB Budi Jaya Santosa dan Kasi Pengawasan Mutu Benih UPTD PSMB Yusup.
Menurut Marlina laboratorium merupakan bagian penting dari sebuah unit organisasi yang berada di lingkup Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Karena itu perannya mesti diperkuat agar mampu menjawab setiap persoalan dan mengikuti setiap perubahan sistem dan aturan.
“Tentu banyak hal-hal baru dalam ISO/IEC 17025:2017 yang mungkin harus disesuaikan oleh laboratorium kita. Apalagi ada diantara laboratorium kita yang sudah mengajukan dan mendaftarkan akreditasi ke KAN (Komite Akreditasi Nasional), seperti laboratorium UPTD PSMB. Nah, laboratroium UPTD Balai Proteksi Tanaman dan laboratorium Keswan dan Kesmavet pun arahnya ke sana juga. Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini dapat membantu memperbaiki beberapa dokumen yang harus disiapkan untuk akreditasi,” ujar Marlina.*)





