SUNGAILIAT – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Masjid Al-Mu’minun, Kelurahan Kenanga, Kabupaten Bangka, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang digelar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 1 Muharam 1448 Hijriah ini mencatatkan nilai transaksi yang fantastis, hingga mencapai Rp 46,4 juta.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat sejumlah komoditas seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng, dan labu siam habis terjual dalam waktu singkat.
Langkah nyata Pemprov Babel ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga pangan, sekaligus menjadi instrumen efektif dalam mengendalikan inflasi daerah di tengah lonjakan permintaan pasar yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa program GPM masih menjadi salah satu instrumen efektif dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menyediakan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat," tulis Tim GPM Bidang Ketahanan Pangan DPKP Provinsi Babel dalam rilisnya yang dikirim ke dpkp.babelprov.go.id, Rabu (10/6/2026) malam.
Berbagai komoditas pangan strategis disediakan secara lengkap dalam kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan dapur warga. Selain beras premium, gula pasir, minyak goreng, dan labu siam, juga tersedia beras SPHP, tepung terigu, cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih hingga kentang dan wortel,
Keberhasilan penyediaan logistik murah ini tidak lepas dari dukungan berbagai mitra pemasok pangan, mulai dari Perum Bulog hingga distributor pangan lokal. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha pangan ini menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran pasokan di daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Babel berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga, daya beli masyarakat tetap kuat, serta ketahanan pangan daerah semakin meningkat.*)




