Satgas Libatkan TNI-Polri Tangani PMK

PANGKALPINANG – Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pusat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi fasilitator di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam rangka mencegah meluasnya penyebaran penyakit tersebut di daerah ini, Selasa (27/09/2022).

Kegiatan yang digelar di Novotel Hotel and Convention Center Pangkalpinang itu dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Babel Yanuar SH MH. Ikut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM dan Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Mikron Antariksa AKs MSi.

Sebanyak seratus peserta terdiri dari personil BPBD, penyuluh dan kelompok ternak dari kabupaten dan kota dilibatkan dalam bimtek termasuk diantaranya personil TNI dan Polri seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Babel Yanuar SH MM mengatakan bimtek yang gelar Satgas PMK Pusat itu merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat penanganan PMK yang sekarang masih belum berakhir.

“Berbagai cara telah dilakukan pemerintah dalam menangani PMK. Salah satunya melalui soialisasi dan bimtek kepada petugas yang betujuan bagaimana memberikan bimbingan, identifikasi, pengendalian dan penangnan PMK ini,” kata Yanuar.

Yanuar menuturkan PMK yang menginfeski hewan ternak menimbulkan kerugian ekonomi yang luar biasa. Karena itu pemerintah terus berupaya menekan penyebaran penyakit tersebut agar tidak meluas. Salah satu diantaranya melalui vaksinasi.

“Vaksinsi tahap satu sebanyak 17.576 ekor dan vaksinasi tahap dua sebanyak 5.092 ekor. Kita berharap PMK ini bisa ditanggulangi,” tuturnya.

Terkait total hewan ternak yang terserang PMK di Babel Yanuar menyebutkan berjumlah 4.098 ekor dengan rincian 3.818 ekor ternak sapi dan kambing 280 ekor. Hanya saja sambung Yanuar hewan sapi dan kambing yang terinfeksi tersebut dapat disembuhkan berkat kerja keras para petugas di lapangan.

“Alhamdulillah untuk sapi sembuh sebanyak 3.676 ekor atau 96,28 persen sedangkan untuk kaming sembuh 273 ekor atau mencapai 97,50 persen,” tandasnya.*)

Sumber: 
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Hairil Anwar
Editor: 
Hairil Anwar