BANGKA — Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Jurusan Pertanian, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung (UBB) didampingi dua dosen pendamping mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kelas (field trip) di UPTD Balai Benih Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Desa Air Buluh, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam rangka mata kuliah Ilmu dan Teknologi Benih serta Pengantar Proteksi Tanaman ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan ilmu pertanian yang selama ini dipelajari di ruang perkuliahan.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses pengelolaan benih, pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pentingnya menghasilkan benih dan bahan tanaman yang bermutu untuk mendukung produktivitas pertanian.
Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan bersama Kepala UPTD Balai Benih Pertanian, Erwin Krisnawinata.
Dalam kesempatan itu Kepala UPTD Balai Benih Pertanian, Erwin Krisnawinata menyampaikan bahwa kunjungan mahasiswa menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dunia pertanian dan peternakan secara lebih nyata kepada generasi muda pertanian.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori. Melalui kunjungan seperti ini, mereka dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu dan teknologi benih diterapkan, mulai dari pemilihan bahan tanaman, proses pembibitan, pemeliharaan, sampai bagaimana menjaga mutu tanaman agar menghasilkan bahan tanam yang baik. Juga di sektor peternakan, bagaimana menerapkan manajemen pemeliharaan yang terencana, dari pemilihan bibit ternak yang sehat dan berkualitas, pemberian pakan bergizi sesuai kebutuhan, penyediaan air bersih, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit secara rutin, sehingga usaha peternakan dapat berjalan sehat, produktif dan berkelanjutan,” ujar Erwin.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi pertanian, tetapi ke depan mampu menjadi sumber daya manusia yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.
“Harapan kami, mahasiswa dapat membawa pengetahuan yang diperoleh hari ini ke dalam proses pembelajaran dan nantinya ketika terjun ke masyarakat. Balai Benih terbuka untuk menjadi bagian dari proses belajar dan pengembangan pengetahuan pertanian,” katanya.
Sementara itu, Dosen mata kuliah Ilmu dan Teknologi Benih serta Pengantar Proteksi Tanaman UBB, Kartika menyampaikan bahwa field trip merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa di semester tiga ini, karena memberikan pengalaman langsung yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui perkuliahan di dalam kelas.
“Mahasiswa selama ini mendapatkan teori mengenai benih, mutu benih, teknologi produksi, serta proteksi tanaman. Hari ini mereka dapat melihat langsung bagaimana teori tersebut diterapkan di lapangan. Ini yang kami harapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai peluang dan tantangan di sektor pertanian, khususnya bidang perbenihan dan perlindungan tanaman.
“Dengan melihat langsung proses di lapangan, mahasiswa bisa memahami bahwa pertanian itu membutuhkan ketelitian, pengetahuan, teknologi, sekaligus pengalaman. Jadi pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas,” tambahnya.
Kegiatan field trip mahasiswa UBB di UPTD Balai Benih Pertanian tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan praktik pembangunan pertanian, sekaligus memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa sebelum nantinya terjun ke dunia kerja maupun mengabdikan diri di tengah masyarakat.*)






